Kemiskinan Jakarta Turun Tipis Jadi 4,03 Persen pada September 2025

- Senin, 20 April 2026 | 16:15 WIB
Kemiskinan Jakarta Turun Tipis Jadi 4,03 Persen pada September 2025

Angka kemiskinan di Jakarta rupanya menunjukkan tren positif. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, terjadi penurunan sebesar 0,11 persen pada tahun 2025. Tepatnya, data per September tahun lalu mencatat tingkat kemiskinan di Ibu Kota berada di angka 4,03 persen.

Rano menyampaikan hal itu dalam sebuah rapat paripurna DPRD DKI, Senin (20/4/2026) lalu. Saat itu, dia sedang membacakan pidato Gubernur Pramono Anung terkait Laporan Keuangan Pertanggungjawaban tahun 2025.

"Pada periode September 2025, tingkat kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 4,03 persen. Angka ini menurun 0,11 persen dibandingkan periode September 2024,"

Lalu, apa yang mendorong penurunan ini? Rano punya penjelasannya. Menurut dia, kondisi ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan stabilitas harga-harga pokok yang relatif terjaga. Faktor lain yang tak kalah penting adalah menggeliatnya aktivitas di sektor-sektor padat karya.

"Ekonomi di sektor padat karya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga punya andil. Berbagai program bantuan dan subsidi terus digulirkan secara konsisten. Tujuannya jelas: mewujudkan perlindungan sosial yang lebih inklusif bagi warganya.

Beberapa program yang disebutkan antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), lalu ada juga Kartu Anak Jakarta dan Kartu Pekerja Jakarta. Program Pangan Murah Bersubsidi juga termasuk dalam daftar upaya ini.

"Yang berperan menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi beban pengeluaran kelompok rentan,"

Jadi, kombinasi antara iklim ekonomi yang membaik dan intervensi program sosial dari pemprov disebutkan sebagai pendorong utama. Meski penurunannya terlihat kecil, yakni 0,11 persen, tapi setidaknya angkanya bergerak ke arah yang diharapkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar