Di Gedung Nusantara II, Senayan, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memberikan penegasan penting. Kenaikan biaya penerbangan untuk haji tahun 2026 nanti, katanya, akan ditanggung oleh negara. Pernyataan ini disampaikan Gus Irfan sapaan akrabnya saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu.
Latar belakang keputusan ini tak lepas dari situasi global yang memanas. Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga avtur melambung tinggi. Imbasnya, tentu saja, dirasakan hingga ke sektor penerbangan, termasuk untuk jemaah haji.
"Tadi disebutkan bahwa keuangan negara. Keuangan negara bisa, bisa APBN bisa yang lainnya. Tapi secara umum siap untuk keuangan negaranya,"
ujar Gus Irfan dengan nada tenang.
Menurutnya, DPR telah memberikan mandat kepada kementeriannya untuk berkoordinasi lebih lanjut. Tujuannya, merancang skema pembiayaan yang tepat untuk menutup selisih biaya yang membengkak itu. Rupanya, pembicaraan serius sudah dimulai.
"Sekitar 10 hari yang lalu, Kemenhaj sudah menggelar rapat terbatas yang dipimpin oleh Menko Perekonomian untuk membahas hal ini,"
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Upacara Militer dan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Macron di Paris
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun