KNAI Tegaskan Prioritas Moralitas di Tengah Transformasi Digital

- Selasa, 14 April 2026 | 16:30 WIB
KNAI Tegaskan Prioritas Moralitas di Tengah Transformasi Digital

Ratusan pengacara dari berbagai penjuru Indonesia memadati Ballroom Level Up di Sentul City, Minggu lalu. Suasana riuh rendah terdengar jelas. Mereka bukan cuma sekadar berkumpul, tapi sedang merajut kembali ikatan persaudaraan dalam acara halal bihalal besar-besaran. Sekitar 300 advokat, semua perwakilan cabang dan anak cabang Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), hadir dengan satu tujuan: memperkuat kohesi internal.

Acara itu sendiri terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan formal biasa. Dari tata panggung yang memukau dengan grafis digital dinamis, pencahayaan yang ditata apik, sampai berbagai elemen pendukung lainnya semuanya menyiratkan satu pesan: KNAI ingin tampil sebagai organisasi yang modern dan melek teknologi. Konsep digital kreatif yang diusung memang berhasil menciptakan atmosfer yang segar dan energik.

Di tengah kemeriahan itu, Ketua Umum KNAI, Pablo Benua, menyampaikan pidatonya. Ia mengakui bahwa sebagai organisasi yang relatif baru, KNAI memang gencar melakukan konsolidasi.

"Kita terus berkoordinasi, menyatukan visi dan misi. Itu kunci agar organisasi bisa solid ke depannya," ujar Pablo.

Namun begitu, di balik gemerlap teknologi, ada pesan mendasar yang ditegaskan Pablo. Ia tak ingin kemajuan sistem membuat anggota lupa pada akar profesi mereka.

Pascasambutan, pria yang dikenal sebagai suami artis Rey Utami itu menjelaskan lebih lanjut. Menurutnya, digitalisasi adalah alat, bukan tujuan akhir. KNAI hadir untuk menjawab tantangan zaman, memudahkan kinerja anggotanya, dan memberikan transparansi kepada publik.

"Dengan sistem digital terbaik, kinerja kami dan seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke bisa terpantau. Klien dan masyarakat bisa melihat langsung. Tapi ingat, semua teknologi itu hanya sarana," jelasnya.

Lalu apa yang paling utama? Pablo punya jawaban yang tegas. Prinsip itu sederhana namun fundamental.

"Pertama dan terutama, setiap anggota KNAI wajib menjunjung tinggi moralitas. Profesi advokat adalah officium nobile, profesi mulia. Buat apa organisasi terlihat mentereng kalau kualitas moral anggotanya dipertanyakan? Tugas kita adalah membela kebenaran dan keadilan. Itu tidak bisa ditawar," tegas Pablo.

Pernyataan itu seperti pengingat bagi semua yang hadir. Di satu sisi, KNAI mendorong transformasi digital. Di sisi lain, organisasi ini berpegang teguh pada nilai-nilai luhur profesi hukum. Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu pun ditutup dengan harapan agar persatuan ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar terwujud dalam aksi nyata di lapangan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar