Klaim Iran: Operasi Penyelamatan AS Gagal Total, Helikopter dan Pesawat Terbakar
Teheran - Pihak militer Iran dengan tegas menyatakan bahwa misi penyelamatan yang digelar Amerika Serikat untuk menemukan pilot jet tempur F-15E yang ditembak jatuh, berakhir dengan kegagalan. Bahkan, menurut klaim mereka, aset-aset militer AS yang dikerahkan untuk operasi itu justru berakhir menjadi besi berkarat dan puing-puing yang terbakar di gurun.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer Khatam Al Anbiya, memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, tidak hanya misi itu gagal, tetapi Iran juga berhasil menembak jatuh beberapa pesawat pendukung AS.
"Upaya musuh untuk menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh menemui kegagalan. Di selatan Isfahan, target udara musuh ditembak jatuh, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130 ... sekarang terbakar," ujar Zolfaghari.
Pernyataannya itu disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB pada Minggu (5/4/2026).
Di media sosial, beredar video yang konon menunjukkan reruntuhan pesawat berserakan di area luas sekitar Isfahan. Gambar-gambar itu memperkuat narasi yang dibangun oleh Teheran.
Namun begitu, cerita dari pihak Amerika Serikat sama sekali berbeda. Malah, bertolak belakang.
Seorang pejabat AS yang berbicara kepada The New York Times mengungkapkan bahwa kopilot dari F-15E yang jatuh itu justru telah berhasil dievakuasi. Saat ini, sang kopilot dikabarkan sudah berada di Kuwait untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Presiden Donald Trump sendiri tampak bersemangat menceritakan keberhasilan ini. Ia menyebut operasi tersebut sebagai salah satu yang paling berani dalam sejarah militer AS.
"Pilot kami selamat," kata Trump, menambahkan bahwa meski terluka, kondisi pria itu sekarang sudah stabil.
Operasi besar-besaran itu digambarkan sangat rumit. Berlangsung selama dua hari penuh, melibatkan ratusan personel pasukan khusus dan puluhan pesawat. Mereka juga memanfaatkan aset pengintaian dari luar angkasa dan dunia siber. Sang pilot, setelah melontarkan diri dari kokpit, sempat bersembunyi di celah-celah gunung. Awalnya, keberadaannya tak terdeteksi oleh siapa pun. Tapi berkat alat pelacak dan radio yang dibawanya, tim penyelamat akhirnya bisa menemukannya.
Menurut laporan, pria yang berhasil diselamatkan itu adalah seorang petugas sistem senjata.
Jadi, di satu sisi ada klaim kemenangan dan penghancuran dari Iran. Di sisi lain, ada kisah heroik penyelamatan dari Amerika. Dua narasi yang saling bertubrukan, meninggalkan publik bertanya-tanya mana versi yang lebih mendekati kebenaran sebenarnya di lapangan.
Artikel Terkait
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru
Fabregas Tegas Tolak Kepulangan Nico Paz ke Real Madrid
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak