Insentif Fiskal dan Non-Fiskal Pacu Investasi di KEK Mandalika

- Minggu, 29 Maret 2026 | 21:45 WIB
Insentif Fiskal dan Non-Fiskal Pacu Investasi di KEK Mandalika

Mandalika tak cuma soal pantai yang memukau. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini, yang dikelola ITDC, kian mantap menancapkan diri sebagai destinasi berkelas dunia. Rahasianya? Kombinasi yang jitu: insentif fiskal yang menarik, kemudahan non-fiskal, dan infrastruktur yang sudah terintegrasi. Gabungan inilah yang membuat Mandalika jadi salah satu kawasan paling siap investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.

Dari sisi perpajakan, tawaran untuk investor cukup menggiurkan. Ada fasilitas Tax Holiday untuk kegiatan usaha inti, dilanjut skema pengurangan pajak setelah periode insentif usai. Tak cuma itu, tersedia juga Tax Allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak, percepatan depresiasi aset, dan pengaturan tarif pajak dividen yang ramah bagi investor asing.

Kemudahan lain juga datang dari pajak tidak langsung. Misalnya, pembebasan PPN untuk impor barang modal tertentu, bebas bea masuk, dan bahkan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti yang dibangun di dalam kawasan KEK. Intinya, berbagai skema ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan memberi kepastian bagi para penanam modal.

Febrina Mediana, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, menekankan bahwa Mandalika tak sekadar menawarkan potongan pajak.

"Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem," ujarnya.

Di sana, menurut Febrina, insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan infrastruktur yang siap pakai, regulasi yang jelas, serta permintaan yang terus tumbuh. "Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan," tambahnya dalam siaran pers yang diterima Minggu (29/3/2026).

Di sisi lain, kemudahan non-fiskal juga jadi daya tarik kuat. Proses investasi dipercepat lewat pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan mengurus tenaga kerja asing, dan kepastian hukum lewat hak atas tanah yang 'bankable' dengan jangka waktu sangat panjang, hingga 80 tahun.

(The Mandalika. Foto: dok ITDC)

Masterplan Terintegrasi dan Zona-Zona Strategis

Perkembangan kawasan ini tak terjadi secara serampangan. Semua mengacu pada masterplan terintegrasi yang membagi wilayah ke dalam sejumlah zona strategis. Sebut saja Circuit District, Kuta District, serta area pengembangan berbasis lifestyle and leisure.

Beberapa spot unggulan yang ditawarkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektare, lalu ada Tanjung Aan Premium Serenity District (146 hektare) yang dirancang khusus untuk pengembangan hotel berstandar internasional. Jangan lupa Eastern Adventure District, seluas sekitar 164 hektare, yang membuka peluang investasi di sektor perhotelan, hiburan, dan destinasi gaya hidup.

Yang menarik, pengembangan ini juga mengedepankan prinsip hijau. Sekitar 30 persen kawasan dialokasikan untuk ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove di sisi timur yang luasnya mencapai 45 hektare.

Lalu, bagaimana kinerjanya di lapangan? Ternyata cukup solid. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan menembus angka 1,4 juta orang. Tingkat okupansi rata-ratanya sekitar 55 persen, sebuah angka yang cukup sehat. Bahkan, saat gelaran MotoGP berlangsung, tingkat hunian hotel bisa melonjak drastis hingga 90-100 persen. Ini jelas menunjukkan daya pikat Mandalika yang kuat, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Gelaran event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC) kian mengukuhkan posisinya. Keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai katalis utama berhasil mendongkrak citra kawasan sebagai destinasi sportstainment tourism kelas dunia. Efek berantainya pun terasa, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di sekitarnya.

Dengan dukungan penuh pemerintah, kesiapan infrastruktur, dan pertumbuhan aktivitas pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika perlahan tapi pasti semakin nyata perannya. Tak berlebihan jika kawasan ini disebut sebagai Indonesia’s Premier Sportstainment Destination.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar