Israel tak tinggal diam. Balasan mereka datang dalam bentuk serangan besar-besaran. Sasaran bukan cuma wilayah selatan Lebanon, tapi juga menjangkau Lembah Beqaa dan bahkan pinggiran ibu kota Beirut. Eskalasi terus berlanjut hingga pada pertengahan Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan operasi darat di Lebanon selatan.
Namun begitu, ada satu hal yang patut dicatat. Sebenarnya, sudah ada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai lewat mediasi internasional pada November tahun lalu. Sayangnya, menurut pihak Lebanon, kesepakatan itu tidak dijalankan oleh Israel. Pemerintah di Beirut pun berulang kali melaporkan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh negara tetangganya itu.
Jadi, ancaman dari Teheran ini bukan datang dari ruang hampa. Ia muncul di atas tumpukan pelanggaran dan serangan balasan yang sepertinya belum mau berhenti. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua kini tergantung pada langkah Israel di lapangan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Negosiasi Rahasia dengan Iran untuk Kendalikan Selat Hormuz
KPK Kembalikan Yaqut ke Rutan Usai Tahanan Rumah Lebaran Picu Sorotan
Liverpool Konfirmasi Mohamed Salah Akan Tinggalkan Klub pada Musim Panas 2026
Starr Rampungkan Akuisisi IQUW Group, Perkuat Posisi di Pasar London dan Bermuda