Pola dua gelombang ini diharapkan bisa meratakan distribusi kendaraan. Tujuannya jelas: menghindari penumpukan ekstrem yang biasanya terjadi di satu titik waktu. Dengan begitu, kelancaran di jalur-jalur utama punya peluang lebih besar untuk terjaga.
Namun begitu, strategi tak cuma soal mengatur arus kendaraan. Aspek pengamanan juga ditingkatkan lewat Operasi Ketupat 2026. Ribuan posko disiagakan untuk mendukung keamanan dan kelancaran selama masa mudik dan arus balik berlangsung.
Angkanya cukup besar: total ada 2.746 posko. Rinciannya, 1.624 posko untuk pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.
Kesemuanya itu bertugas mengawal 185.608 objek vital. Cakupannya luas, mulai dari tempat ibadah seperti masjid, lokasi salat Id, hingga pusat keramaian seperti mall, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan berbagai destinasi wisata.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Targetkan Fasilitas Energi dan IT Amerika-Israel
Bayern Munich Hajar Union Berlin 4-0, Dortmund Menang Dramatis
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 pada 24 Maret