ujar Eliawati.
Nah, angka tinggi ini tentu bukan muncul begitu saja. Eliawati menyebut program lomba diskon yang dijalankan Pemprov punya andil besar menarik minat belanja masyarakat. Hasilnya? Jakarta benar-benar meninggalkan kota-kota besar lain dalam hal ini.
Sebagai perbandingan, Semarang hanya mencatat transaksi sekitar Rp8,46 miliar. Surabaya pun tak jauh beda, berkisar di angka Rp6 miliar. Selisihnya sangat signifikan, bukan?
Dengan capaian semacam ini, Jakarta sekali lagi membuktikan posisinya sebagai jantung ekonomi nasional. Terutama di momen Ramadhan hingga jelang Lebaran, daya tariknya memang tak tertandingi.
Artikel Terkait
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%