Langkah ini, bagi Trump, menjadi sangat mendesak. Ketegangan dengan Iran memanas setelah serangkaian operasi militer AS dan Israel. Dia khawatir Teheran akan mencari cara untuk membalas dendam.
“Kami menyerang mereka dengan sangat keras. Mereka tidak punya pilihan lain kecuali membuat sedikit masalah di Selat Hormuz,” katanya, menggambarkan kekhawatirannya.
Ancaman Trump bahkan lebih jauh. Dia memperingatkan bahwa militer AS siap melancarkan serangan lanjutan ke fasilitas energi Iran, termasuk yang ada di Pulau Kharg pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Gayanya khas, penuh keyakinan.
“Kita bisa menyerangnya dalam 5 menit. Dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya,” tegas Trump.
Situasinya jadi makin rumit. Di satu sisi, diplomasi dagang berjalan di Paris. Di sisi lain, ancaman militer dan tekanan politik bergema dari Washington. Semuanya berpusat pada selat strategis yang menjadi urat nadi energi dunia.
Artikel Terkait
Gelandang Persija Kritik Kondisi Lapangan JIS Usai Raih Dua Hasil Imbang
Inspirasi Ucapan Idul Fitri 2026 Jelang Perayaan 21 Maret
Warga Bekasi Jalani Puasa dengan Jadwal Imsak Berbeda antara Kabupaten dan Kota
TAUD Temukan Botol Ungu Diduga Wadah Air Keras Serangan ke Aktivis KontraS