Di sisi lain, Amerika Serikat sendiri dinilai sedang bermain untuk mengulur-ulur waktu. Perang ini ternyata membebani anggaran mereka secara luar biasa. Ikrar memprediksi, tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump bakal melonjak jika serangan ke Iran terus dilanjutkan tanpa henti.
“Kenapa AS buying time? Karena mereka sedang tertekan biaya perangnya itu bukan main,” katanya.
“Kalau perang ini berlanjut, bukan mustahil tekanan terhadap Donald Trump itu makin meningkat.”
Faktor dalam negeri AS juga tak luput dari pantauannya. Pemilu DPR dan Senat AS pada November 2026 nanti disebutnya bisa menjadi titik balik. Bukan tidak mungkin kandidat dari Partai Demokrat akan meraih kemenangan, yang pada akhirnya menambah beban politik bagi Trump.
“Bagaimana di Kongres itu, baik Demokrat mau Republik, kan sedang menyatu. Ada satu tujuan mereka supaya Donald Trump itu jangan terus mengelabui masyarakat di Amerika sana,” pungkas Ikrar.
Artikel Terkait
Persib Amankan Puncak Klasemen Usai Bungkam Persik 3-0
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Puluhan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Akibat Penjadwalan Ulang Penerbangan
Pemerintah Tunda Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun