Serangan AS-Israel Hancurkan Sekolah Dasar di Iran, 40 Murid Perempuan Tewas

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:20 WIB
Serangan AS-Israel Hancurkan Sekolah Dasar di Iran, 40 Murid Perempuan Tewas

Serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel di Iran ternyata tak hanya menyasar target militer. Di kota Minab, wilayah selatan Iran, sebuah Sekolah Dasar khusus murid perempuan ikut hancur lebur. Reruntuhan bangunan itu kini menjadi saksi bisu aksi brutal yang menewaskan puluhan orang.

Menurut laporan terbaru, korban tewas di sekolah tersebut mencapai 40 jiwa. Angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya menyebut 24 korban. Di Teheran, ibu kota Iran, situasinya tak kalah mencekam. Dua orang pelajar dilaporkan tewas di dekat sebuah sekolah lokal akibat serangan yang sama.

Meski AS dan Israel mengklaim operasi mereka ditujukan pada aset militer dan pejabat tinggi Iran, kenyataan di lapangan berbicara lain. Infrastruktur sipil justru yang menerima dampak paling nyata.

Kabar baiknya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan sejumlah pejabat kunci, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, dilaporkan selamat. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Fars.

Di tengah situasi yang makin panas, suara keprihatinan datang dari Mirjana Spoljaric, Kepala Komite Palang Merah Internasional.

"Eskalasi di Timur Tengah ini berisiko memicu reaksi berantai yang sangat berbahaya," ujarnya. Dia memperingatkan bahwa konsekuensinya akan sangat berat bagi warga sipil biasa.

Spoljaric mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi aturan perang. Menurutnya, perlindungan terhadap tempat-tempat seperti sekolah dan rumah sakit tidak boleh diabaikan. Akses bagi tenaga medis dan tim darurat juga harus dijamin, agar mereka bisa bekerja tanpa rasa takut.

Konflik terbaru ini jelas membuka babak baru ketegangan di kawasan itu. Yang paling dikhawatirkan banyak pihak adalah meluasnya pertikaian secara regional dan, yang paling menyedihkan, bertambahnya korban di kalangan masyarakat sipil yang tidak bersalah. Situasinya memang suram, dan belum terlihat titik terang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar