Seorang sumber menyebutkan, "Pengiriman kacamata tersebut meningkat hingga hampir 6 juta unit tahun lalu."
Kesuksesan ini memberikan landasan yang kuat bagi Meta, sekaligus menunjukkan apresiasi konsumen terhadap perangkat wearable yang dipadukan dengan teknologi AI mereka. Selain kacamata pintar, dikabarkan Meta juga saat ini memiliki sekitar empat proyek kacamata augmented reality dan mixed reality (MR) yang sedang dalam tahap pengembangan.
Tantangan dan Antisipasi Pasar
Meski antusiasme pasar terlihat tinggi, Meta juga harus berhadapan dengan tantangan logistik. Baru-baru ini, perusahaan terpaksa menghentikan sementara ekspansi internasional untuk kacamata Ray-Ban Meta karena terkendala kekurangan pasokan dan permintaan yang sangat kuat di pasar domestik Amerika Serikat. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang kompleksitas rantai pasokan untuk produk hardware yang populer.
Dengan latar belakang tersebut, rencana peluncuran smartwatch Meta pada akhir 2026 akan menjadi ujian nyata. Industri akan menyaksikan apakah perusahaan yang dominan di dunia sosial media ini dapat mereplikasi kesuksesan hardware-nya dan bersaing di pasar smartwatch yang sudah sangat padat.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak