Analisis: Emisi CO2 China Diproyeksi Turun pada 2025 Meski Permintaan Energi Naik

- Minggu, 22 Februari 2026 | 07:40 WIB
Analisis: Emisi CO2 China Diproyeksi Turun pada 2025 Meski Permintaan Energi Naik

MURIANETWORK.COM - Emisi karbon dioksida (CO2) China, negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, diperkirakan mengalami penurunan tipis pada tahun 2025. Analisis terbaru menunjukkan tren penurunan ini terjadi meski permintaan energi nasional terus meningkat, sebuah tonggak penting dalam upaya global mengatasi perubahan iklim.

Analisis Menunjukkan Tren Penurunan yang Signifikan

Berdasarkan kajian mendalam dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), emisi CO2 China kemungkinan menyusut sekitar 0,3 persen pada tahun 2025. Yang patut dicatat, ini merupakan kali pertama emisi negara itu stabil atau turun dalam satu tahun kalender penuh di tengah pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energi. Sebelumnya, penurunan serupa hanya tercatat saat pandemi, yang lebih disebabkan oleh melambatnya aktivitas industri dan mobilitas.

Investasi Hijau Mulai Menunjukkan Hasil

Pencapaian ini bukanlah suatu kebetulan. Penurunan emisi terlihat di hampir semua sektor utama, termasuk pembangkit listrik, yang selama ini menjadi penyumbang besar. Perubahan ini didorong oleh gelombang investasi besar-besaran China dalam energi terbarukan selama beberapa tahun terakhir. Komitmen untuk transisi energi tampaknya mulai membuahkan hasil konkret di lapangan.

Laporan CREA menyoroti bahwa momentum ini konsisten dengan target iklim jangka panjang China. "Ini adalah pertama kalinya emisi CO2 di China stabil atau menurun selama satu tahun kalender penuh pada saat permintaan energi meningkat," ungkap analisis tersebut.

Jalan Menuju Puncak Emisi

Beijing secara resmi berkomitmen untuk mencapai puncak emisi gas rumah kaca sebelum tahun 2030. Dengan tren positif yang mulai terlihat, sejumlah pengamat di bidang energi dan lingkungan optimis bahwa target ambisius itu berpotensi tercapai lebih cepat dari jadwal. Meski penurunan 0,3 persen terlihat kecil, dalam skala emisi sebuah negara industri raksasa, angka tersebut memiliki dampak yang sangat berarti bagi iklim global. Perkembangan ini memberikan sinyal kuat bahwa transisi energi, meski kompleks, dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar