MURIANETWORK.COM - Otoritas Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses jamaah Palestina ke Masjid Al-Aqsa pada Jumat (20/2/2026), yang merupakan Jumat pertama di bulan suci Ramadhan. Kebijakan ini membatasi jumlah jamaah dari Tepi Barat yang dapat memasuki kompleks masjid, hanya mengizinkan sekitar 10.000 orang, dan menyebabkan ratusan lainnya yang telah memiliki izin resmi terpaksa diputar balik di pos-pos pemeriksaan sekitar Yerusalem.
Kemacetan dan Kekecewaan di Pos Pemeriksaan
Sejak sebelum MURIANETWORK.COM, ratusan warga Palestina telah memadati titik-titik pemeriksaan seperti Qalandiya, berharap dapat melaksanakan salat Jumat di tempat suci tersebut. Suasana harapan itu berubah menjadi kekecewaan dan kemacetan panjang ketika pasukan keamanan Israel, yang diperkuat dengan pengerahan personel dan komandan senior, mulai menolak masuk mereka. Padahal, banyak di antara jamaah tersebut telah mengantongi izin masuk yang sah.
Menurut laporan dari lapangan, ribuan orang masih terdampar di pos pemeriksaan Qalandiya setelah kuota yang ditetapkan Israel terpenuhi.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Satgas dan Skema Pembelian untuk Berantas Pengeboran Minyak Ilegal
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027
Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Revitalisasi Tebu dan Perketat Impor Gula
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil