Kutu Busuk Jadi Detektif Tak Terduga di TKP

- Selasa, 25 November 2025 | 11:54 WIB
Kutu Busuk Jadi Detektif Tak Terduga di TKP

Kutu busuk, makhluk kecil yang biasa bersembunyi di sudut-sudut gelap kasur, ternyata punya potensi tak terduga. Menurut para peneliti Malaysia, serangga pengisap darah ini bisa menjadi alat penting untuk mengungkap kejahatan.

Tim dari Science University of Malaysia (USM) di Penang menemukan fakta menarik. Kutu busuk mampu menyimpan DNA manusia yang mereka hisap hingga 45 hari setelah menggigit. Temuan ini membuka peluang baru dalam penyelidikan forensik.

Abdul Hafiz Ab Majid, ahli entomologi yang terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa analisis DNA dari kutu busuk dapat mengungkap berbagai ciri fisik pelaku.

"Kami menyebut kutu busuk itu musuh dalam selimut. Mereka bisa jadi mata-mata untuk membantu memecahkan kejahatan," ujar Hafiz.

Bersama peneliti Lim Li, Hafiz menghabiskan hampir lima tahun mempelajari perilaku kutu busuk. Mereka menggunakan penanda STR (Short Tandem Repeat) dan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk mengekstrak informasi genetik dari darah yang dihisap kutu busuk. Hasilnya, mereka bisa menentukan jenis kelamin, warna mata, rambut, dan kulit seseorang meski sudah lama meninggalkan TKP.

Yang membuat kutu busuk istimewa adalah sifatnya yang relatif menetap. Berbeda dengan nyamuk yang bisa terbang jauh, kutu busuk hanya bergerak dalam radius sekitar 6 meter dari tempat mereka makan. Setelah kenyang menghisap darah, tubuh mereka membengkak dan menjadi kurang aktif.

"Inilah yang membuat kutu kasur unik. Bisa dikatakan kutu kasur sempurna untuk digunakan sebagai alat forensik," tambah Hafiz.

Meski menjanjikan, metode ini punya batasan. Hafiz menekankan bahwa kutu busuk bukan solusi ajaib untuk semua kasus.

Penyidik hanya punya waktu 45 hari untuk menggunakan kutu busuk sebagai bukti, itupun jika serangga tersebut memang ada di TKP. Di sisi lain, keberadaan kutu busuk di lokasi kejahatan tidak selalu terjamin.

Meski demikian, temuan ini tetap memberikan harapan baru dalam dunia forensik. Siapa sangka, makhluk kecil yang sering dianggap sebagai hama pengganggu justru bisa membantu polisi mengungkap kasus-kasus rumit.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar