JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo geram. Masih ada saja oknum anggota Polri yang kedapatan terlibat kasus narkoba. Menyikapi hal ini, dia pun mengeluarkan perintah tegas: seluruh jajaran kepolisian di Indonesia harus menjalani tes urine, serentak.
Perintah itu tak datang tanpa alasan. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh kasus mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, yang tersandung narkoba. Rupanya, ini jadi pemicu utama.
“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang akan kami laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Polri secara serentak,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes Polri, Kamis (19/2/2026).
Penjelasannya dilanjutkan Jumat (20/2/2026). Dia menegaskan, langkah ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya jelas: memastikan setiap personel bersih dari barang haram itu. Integritas institusi dipertaruhkan.
Menurut Trunoyudo, kebijakan tes massal ini menunjukkan keseriusan pimpinan. Upaya pemberantasan narkoba di internal harus berjalan optimal. Apalagi, program Presiden Prabowo Subianto, Asta Cita, juga menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional. Jadi, ini adalah langkah konkret untuk menyelaraskannya.
Pelaksanaannya pun bakal ketat. Trunoyudo menjelaskan, akan ada pengawasan berlapis. Mulai dari level Mabes Polri, turun ke polda-polda, hingga satuan terkecil di daerah. Semua diawasi.
“Pemeriksaan urine tersebut akan melibatkan fungsi pengawas, baik internal maupun eksternal kepolisian, dari level Mabes Polri sampai polda dan jajaran untuk menjaga integritas,” tegasnya.
Pesan akhirnya keras dan jelas. Polri tak akan main-main. Narkoba dianggap sebagai kejahatan luar biasa yang menggerogoti masa depan bangsa. Ancaman serius.
“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai salah satu kejahatan luar biasa yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia,” pungkas Trunoyudo.
Artikel Terkait
Trump Janjikan Rp169 Triliun untuk Dewan Perdamaian Baru, Sambil Beri Peringatan Keras ke Iran
Indonesia-AS Resmi Tandatangani Perjanjian Dagang, 1.819 Produk RI Dapat Tarif Nol Persen
Defisit Perdagangan AS Tembus Rekor USD 1,24 Triliun di 2025
KAI Commuter Berlakukan Refund Penuh Tiket Basoetta Usai Insiden Tabrakan di Tangerang