Gala CCTV Soroti Ambisi China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global

- Senin, 16 Februari 2026 | 17:20 WIB
Gala CCTV Soroti Ambisi China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global

Poe Zhao, seorang analis teknologi di Beijing, melihatnya dengan jernih. "Robot humanoid itu ibarat paket lengkap. Mereka menggabungkan banyak kekuatan China dalam satu narasi: kemampuan AI, rantai pasokan perangkat keras yang tangguh, dan ambisi manufaktur. Plus, bentuknya yang paling mudah dipahami oleh publik dan pejabat," ujarnya.

Angkanya mencengangkan. China menyumbang 90 persen dari sekitar 13.000 robot humanoid yang dikirim secara global tahun lalu jauh meninggalkan pesaing AS, termasuk Optimus milik Tesla. Proyeksi Morgan Stanley lebih optimis lagi: penjualan robot humanoid di China tahun ini diprediksi melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 28.000 unit.

Elon Musk sendiri mengakui hal ini. Dia bilang, pesaing terberat Tesla di bidang ini justru datang dari perusahaan-perusahaan China. "Orang-orang di luar China sering meremehkan mereka. Padahal, China adalah pesaing yang sangat, sangat tangguh," ucap Musk bulan lalu.

Namun begitu, jalan menuju adopsi massal masih panjang. Sejauh ini, peluncuran di dunia nyata masih terbatas pada proyek percontohan. Galbot, contohnya, punya kontrak untuk menggunakan robotnya di pabrik-pabrik milik raksasa baterai CATL yang kebetulan juga salah satu investornya. Sementara UBTech tahun lalu memenangkan kontrak pemerintah untuk mengerahkan robot humanoid di perbatasan dengan Vietnam, untuk tugas logistik dan pendukung.

Tapi perkembangan software-nya cepat. Startup China gencar mengembangkan model AI untuk melatih "otak" robot humanoid, menggunakan data dunia nyata untuk meningkatkan persepsi lingkungan dan pemahaman terhadap perintah bahasa alami.

Malam nanti, para analis akan mengamati dengan saksama. Mereka mencari inovasi seperti koordinasi multi-robot yang mulus, kemampuan pemulihan dari kesalahan, dan yang paling tricky: tugas-tugas rumit yang melibatkan tangan, seperti memanipulasi objek yang halus.

Stieler mengingatkan, "Robot yang melakukan salto ke belakang memang lebih spektakuler di TV. Tapi sebenarnya, robot yang bisa menggenggam gelas plastik berisi air tanpa menumpahkannya, itu jauh lebih menantang secara teknis."

Panggung sudah disiapkan. Lampu sorot menyala. Sekarang, waktunya robot-robot itu menunjukkan, apakah mereka bisa lebih dari sekadar atraksi sirkus.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar