Pergeseran Pusat Pertumbuhan ke Negara Berkembang
Dalam lanskap yang berubah ini, temuan GEM menunjukkan pola yang menarik. Kontribusi negara-negara kaya anggota G7 terhadap pertumbuhan kapasitas baru ternyata hanya sebagian kecil. Momentum justru kini bergerak kuat ke negara-negara berkembang yang haus energi dan banyak yang memiliki sumber daya melimpah.
Di antara semua negara, China tetap menjadi pemain raksasa yang tak tertandingi. Selama bertahun-tahun, negeri Tirai Bambu itu terus memperluas kapasitas energi terbarukannya dalam skala yang masif, jauh melampaui upaya negara mana pun.
Dominasi China dalam arena ini benar-benar terlihat dari angka-angka yang dirilis. Negeri itu menyumbang sekitar sepertiga dari seluruh pertumbuhan kapasitas global pada 2025, dengan penambahan sekitar 1,5 terawatt. Jumlah tersebut bahkan lebih besar daripada gabungan capaian enam negara di peringkat bawahnya, mempertegas posisinya sebagai pusat industri energi hijau dunia.
Artikel Terkait
TAUD Pertanyakan Pelimpahan Kasus Penyekapan Andrie Yunus ke Puspom TNI
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino