JAKARTA – Di pengadilan Tipikor Jakarta, suasana tampak tegang Jumat (13/2/2026) lalu. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, memberikan tanggapannya terkait pengakuan mengejutkan dari seorang saksi. Saksi itu menyebut ada aliran dana sebesar Rp50 juta dari kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 yang mengarah ke mantan Menaker Ida Fauziyah.
Noel sendiri tampak sangat berhati-hati dengan kata-katanya. Saat ditanya tentang partai politik yang diduga menerima aliran dana tersebut, dia memilih untuk tidak menyebut nama secara gamblang.
"Saya tidak mau menyebut itu ya, yang menyebutkan jaksa dan saksi. Saya belum menyampaikan itu,"
ujar Noel dengan singkat.
Meski begitu, dia punya pesan untuk publik. Menurutnya, fakta-fakta yang terungkap di persidangan sudah mulai jelas arahnya. "Tapi kawan-kawan ikuti aja," ajaknya, "sebetulnya fakta persidangan itu sudah mengerucut ke apa yang menjadi pertanyaan kamu tuh."
Pertanyaan soal partai penerima dana pun kembali dilontarkan. Jawabannya tetap sama: enggan bicara. "Saya enggak mau menyebut partai," tuturnya pendek. Nada suaranya jelas ingin menghindari spekulasi lebih jauh.
Sebenarnya, gosip soal uang panas ini sudah bergulir dari kesaksian sebelumnya. Dayoena Ivon Muriono, seorang PPPK di Kemnaker, yang mengungkap cerita detailnya di sidang pekan lalu.
Ivon bercerita, uang sejumlah Rp50 juta itu dititipkan padanya oleh terdakwa Hery Sutanto, mantan Direktur Bina Kelembagaan Kemnaker. Titipannya jelas: uang itu harus disampaikan kepada Ida Fauziyah, yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri.
"Uang tersebut, Pak Hery meminta saya untuk menyampaikan kepada Bu Dirjen dan nantinya ditujukan kepada Ibu Menteri. Saat itu Ibu Ida Fauziyah,"
kata Ivon dalam kesaksiannya.
Ceritanya, permintaan itu disampaikan Hery lewat telepon. Tak lama setelahnya, seorang bernama Gunawan datang menyerahkan amplop berisi uang kepadanya. Uniknya, meski Ivon tak tahu persis tujuannya, dia mengaku tahu isi amplop coklat itu bukan rupiah.
"Ada bukti penukaran sebesar Rp50 juta dalam bentuk euro. Saya tahu isi dalam amplopnya," ungkap Ivon. Detail kecil ini yang justru membuat banyak orang berdecak heran.
Artikel Terkait
BTN Targetkan 100 Gerai Digital di Mal Hingga 2027, Awali dengan Central Park
BI Proyeksikan Ekonomi Syariah Tumbuh Hingga 5,7% pada 2026
Bank Jakarta Resmi Dukung Pelita Jaya Basket, Perkuat Strategi Literasi Keuangan Lewat Olahraga
Ibu Erna dari Solo Sukses Bawa Tas Denim Bekas ke Pameran Nasional