Demikian penuturan Dhivya T, Lead Analyst MPA dan AMPD, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kini konten lokal Indonesia sudah berani bersaing langsung dengan K-Drama di posisi 10 besar platform. Perubahan ini bukan kebetulan. Ini mencerminkan lompatan kualitas produksi, strategi distribusi yang jitu, dan yang paling penting, kepercayaan penonton yang mulai bergeser.
Di sisi lain, konten Thailand juga punya daya pikatnya sendiri. Tayangan dari Negeri Gajah Putih ini mulai digemari penonton lintas wilayah. Sementara itu, C-Drama tetap jadi andalan untuk menarik engagement di platform freemium dan hybrid.
Soal jangkauan internasional, justru konten Thailand-lah yang paling unggul di ASEAN. Konten mereka berhasil menarik perhatian 11,1 juta penonton dari luar negeri. Dan sebagian besar capaian ini, ya, disumbang oleh kehadiran mereka di Netflix.
Jadi, ceritanya bukan lagi tentang siapa yang menang atau kalah. Tapi lebih tentang bagaimana geliat konten lokal mulai bersuara lantang, mengimbangi dominasi yang selama ini ada.
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg