Namun, tantangan terbesar seringkali terletak pada konsistensi pasca-operasi. Menyadari hal ini, Lurah Kenari, Ojoh Juhariah, menegaskan komitmen pengawasan berlapis di lapangan. Pihak kelurahan akan berupaya mencegah kembalinya okupasi terhadap fasilitas publik yang telah ditertibkan.
"Trotoar sepanjang Jalan Senen Raya selama ini diokupasi PKL dan parkir liar," ungkap Ojoh, menggambarkan kondisi sebelumnya yang cukup mengganggu.
Respons Positif dari Pengguna Trotoar
Upaya pemerintah daerah ini langsung mendapat sambutan dari warga, khususnya mereka yang sehari-hari bergantung pada trotoar untuk beraktivitas. Wahyuni (22), seorang mahasiswi di kawasan Senen, mengapresiasi langkah penertiban tersebut. Baginya, trotoar yang bersih dan lapang sangat berarti.
"Kami berharap ada petugas yang patroli rutin sehingga PKL dan parkir liar di atas trotoar di depan RSCM steril dan nyaman bagi pejalan kaki," harap Wahyuni.
Respons positif ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang pejalan kaki yang layak memang tinggi. Keberhasilan operasi ini ke depannya akan diuji dengan kemampuan menjaga konsistensi, sehingga trotoar tidak hanya bersih sesaat, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang aman dan nyaman secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Warga Antusias Sambut Bantuan Sembako dan Barang Kebutuhan dari Istana di Monas