Angka untuk tabungan haji cukup mencengangkan. Menurut catatan internal BSI, di paruh kedua 2025, sedikitnya 150 ribu tabungan haji baru dibuka setiap bulannya. Pihak bank aktif mendorong masyarakat untuk merencanakan ibadah haji lebih awal.
"Kami dorong bahwa naik haji itu butuh waktu, ayo sekarang mulai buka (tabungan)," kata Anggoro.
Bagi calon nasabah dengan kemampuan ekonomi lebih baik, BSI juga menawarkan solusi. Mereka bisa menggunakan produk mitraguna cicilan untuk haji khusus, dengan tenor hingga 7 atau 8 tahun.
Mesin kedua yang tak kalah penting adalah layanan bullion bank atau bank emas. Kontribusinya besar, sekitar 500 ribu tabungan dari total pertumbuhan dua juta tadi. Menurut Anggoro, akselerasi di sektor ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat. Mereka mulai melihat emas sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, meski harganya fluktuatif.
"Mereka akhirnya merasa bahwa memang perlu tabungan emas," ucapnya.
Di sisi lain, kondisi harga emas yang menarik turut mendongkrak minat. Kombinasi dari kedua engine inilah yang akhirnya membawa BSI meraih laba bersih triliunan di tengah tahun yang bergejolak.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg
KAI Tambahkan Pemberhentian di Jatinegara Antisipasi Macet Monas