"Karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-ground check hanya 12 juta KK lebih," katanya.
Padahal, target yang seharusnya dicapai jauh lebih besar. "Padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK. Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," tuturnya.
54 Juta Warga Rentan Masih Menunggu
Di sisi lain, Gus Ipul memaparkan angka yang lebih memprihatinkan. Sebanyak 54 juta jiwa lebih yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 kelompok dari sangat miskin hingga menengah bawah ternyata belum menerima PBI JK. Angka yang cukup besar ini menyiratkan pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi pemerintah dalam menyempurnakan sistem perlindungan sosial.
"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," ujarnya, menegaskan besarnya tantangan yang dihadapi.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat pada Februari 2026
Arus Balik Lebaran: 54 Ribu Kendaraan Padati Tol MBZ Menuju Jakarta Jelang Puncak
Prabowo Antar Anwar ke Bandara Naik Mobil yang Sama, Tunjukkan Keakraban Pribadi
Prabowo Janjikan Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen, DKI Dukung Penuh