Di tengah perayaan Harlah Satu Abad NU di Malang, Minggu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar yang mungkin disambut banyak calon jamaah. Ia berkomitmen untuk menurunkan biaya haji. Rencana ini, menurutnya, tak lain untuk meringankan beban masyarakat. “Percayalah, pemerintah yang saya pimpin akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo di hadapan para ulama dan keluarga besar NU.
Kepentingan rakyat, ujarnya, adalah di atas segalanya.
Namun begitu, itu bukan satu-satunya pengumuman penting. Prabowo juga membawa kabar yang ia sebut sebagai pencapaian bersejarah: rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. “Saya mau melaporkan di sini,” katanya, “bahwa Indonesia pertama kali mendapat kehormatan dan hak untuk memiliki lahan di kota suci Makkah.”
Jadi, seperti apa wujudnya nanti? Kampung itu akan jadi kawasan hunian khusus bagi jamaah haji dan umrah asal tanah air. Prabowo memastikan, semua jamaah akan dapat tempat tinggal yang layak. Pelayanannya pun dijanjikan yang terbaik.
“Kita akan membangun Kampung Haji di Makkah untuk jemaah haji dan mereka yang melaksanakan umrah. Semua jamaah dijamin mendapat hunian yang layak, tempat yang baik, dan pelayanannya akan terbaik,” tuturnya.
Yang membuatnya luar biasa, klaim Prabowo, adalah ini merupakan izin pertama yang diberikan Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan disebutnya bahkan mengubah undang-undang khusus sebagai bentuk penghormatan. “Ini pertama kali dalam sejarah,” kata Prabowo, “mereka mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di kota suci Makkah.”
Soal waktu, targetnya cukup ambisius. Dalam tiga tahun ke depan, Kampung Haji Indonesia ditargetkan sudah bisa beroperasi. Tahap awal pembangunan nantinya diperkirakan menyediakan sekitar seribu kamar. Pengembangannya akan berjalan bertahap setelahnya.
Dua komitmen itu biaya haji yang lebih terjangkau dan hunian layak di Tanah Suci tentu ingin menjawab satu harapan lama. Tinggal nanti realisasinya seperti apa.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah dalam Beberapa Bulan
Pemerintah DKI Fokus Integrasi Transportasi Umum untuk Atasi Kemacetan
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Tertinggi Sejak 2022
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Lebih dari 118 Ribu Debitur