Udara Sabtu siang di Masjid Istiqlal terasa khidmat. Di dalam, Presiden Prabowo Subianto berdiri menyampaikan pesan pentingnya: persatuan antara ulama dan umara. Menurutnya, itulah fondasi utama untuk membangun perdamaian dan kemakmuran Indonesia. Pernyataan itu dia sampaikan dalam acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa, yang berbarengan dengan pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030.
Prabowo mengawali dengan rasa syukur bisa hadir di tempat yang begitu bermakna. Baginya, Istiqlal bukan cuma masjid kebesaran umat Islam. Lebih dari itu, ia adalah simbol persatuan dan kedaulatan nasional yang nyata.
“Masjid ini adalah lambang dari semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bisa melindungi segenap rakyatnya, segenap tumpah darah bangsa Indonesia,” ujarnya.
Suaranya tegas menggema. Dia melihat momen pelantikan pengurus MUI ini sebagai titik penting. Sepanjang sejarah, katanya, bangsa yang sukses selalu lahir dari harmoni antara pemimpin agama dan pemerintahan. “Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” tegas Prabowo.
Di sisi lain, dia tak lupa mengapresiasi peran MUI selama ini. Lembaga itu dinilainya sebagai pilar stabilitas dan kesejukan yang nyata. Bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun, seperti saat bencana melanda Aceh, Sumatra Barat, atau Sumatra Utara, kehadiran mereka selalu terasa. “MUI tidak pernah absen dari saat-saat negara sulit,” imbuhnya.
Namun begitu, tantangan ke depan masih berat. Prabowo lantas mengajak semua pihak bersatu, terutama untuk mengentaskan kemiskinan. Indonesia ini kaya, itu jelas. Tapi soal keberanian mengelola kekayaan itu untuk rakyat, itu persoalan lain yang harus dijawab.
Dia juga menegaskan komitmennya yang tanpa ragu untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum. Meski tahu, langkah itu pasti akan dapat perlawanan.
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan undang-undang dasar kita… karena itu saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun,” tegasnya sekali lagi.
Dukungan dari persatuan ulama dan umara, baginya, adalah kekuatan moral yang luar biasa. Kekuatan itulah yang akan membantunya menjalankan amanah, dan mewujudkan keadilan di seluruh penjuru tanah air.
Sebagai penutup, Presiden menyampaikan selamat kepada pengurus MUI yang baru. Harapannya sederhana: semoga pengabdian mereka tetap tegas dan konsisten, demi umat, bangsa, dan seluruh rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 655 Ribu, KAI Siapkan Kereta Tambahan
KPAI: Video Viral Guru-Siswi di Sukabumi Indikasi Praktik Child Grooming Sistematis
MNC Tourism Gelar Topping Off dan Groundbreaking Proyek Baru di Lido City
Menkeu Ungkap Strategi di Balik Penangkapan Pejabat Bea Cukai oleh KPK