Pemerintah Fokuskan Pembangunan Infrastruktur untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan Transmigrasi

- Kamis, 05 Februari 2026 | 22:20 WIB
Pemerintah Fokuskan Pembangunan Infrastruktur untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan Transmigrasi

MURIANETWORK.COM - Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), menempatkan penguatan infrastruktur sebagai prioritas utama dalam mendukung program transmigrasi. Upaya ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi kawasan transmigrasi, khususnya di luar Jawa, guna meningkatkan kesejahteraan para transmigran dan membuka lapangan kerja baru.

Infrastruktur sebagai Fondasi Pertumbuhan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan peran krusial infrastruktur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi tidak dapat berjalan sendiri. Ia menekankan perlunya sinergi yang kuat antar berbagai kementerian dan lembaga untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

“Itulah mengapa Kementerian Transmigrasi berada dalam satu koordinasi di bawah Kemenko Infrastruktur," jelasnya dalam acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026, yang digelar di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Fokus pada Konektivitas dan Ketahanan Wilayah

Strategi yang tengah digenjot oleh Kemenko IPK adalah menghadirkan konektivitas yang lebih baik antar wilayah. Langkah ini diyakini akan mempermudah arus distribusi barang dan jasa, sekaligus menjadi tulang punggung bagi keberhasilan program transmigrasi yang banyak menyasar daerah di luar Pulau Jawa.

Lebih lanjut, AHY merinci bahwa pembangunan tidak hanya berhenti pada jalan atau jembatan. Ia menyoroti pentingnya membangun fondasi wilayah yang komprehensif dan tangguh untuk masa depan.

“Pada akhirnya perlu infrastruktur dasar, perlu konektivitas, baik fisik maupun digital, termasuk juga perlu penanganan pemanfaatan lahan atau agraria serta tata ruang yang juga lebih resilience, lebih punya daya tahan, dan punya potensi yang baik untuk dikembangkan ke depan," ungkapnya.

Transformasi Berbasis Nilai Tambah dan Investasi

Di samping pembangunan fisik, AHY juga memberikan perhatian serius pada aspek transformasi sumber daya manusia dan wilayah. Prinsip utamanya adalah menciptakan nilai tambah di setiap kawasan transmigrasi. Pemberdayaan ekonomi, menurutnya, adalah tujuan akhir yang harus dicapai.

Keyakinannya, kawasan yang tertata dengan sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi magnet bagi investor. Dengan masuknya modal, industri, dan teknologi, diharapkan produktivitas kawasan dapat meningkat secara signifikan.

"Meningkatkan nilai potensi yang ada di setiap kawasan transmigrasi tersebut dan mengawinkan potensi-potensi tadi dengan kekuatan kapital, maksud saya harus masuk industri, harus masuk investor, dan harus masuk teknologi, termasuk off-taker yang bisa segera menyerap produktivitas atau hasil produksi di kawasan transmigrasi," tuturnya.

Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing dari daerah transmigrasi.

Komentar