“Pada akhirnya perlu infrastruktur dasar, perlu konektivitas, baik fisik maupun digital, termasuk juga perlu penanganan pemanfaatan lahan atau agraria serta tata ruang yang juga lebih resilience, lebih punya daya tahan, dan punya potensi yang baik untuk dikembangkan ke depan," ungkapnya.
Transformasi Berbasis Nilai Tambah dan Investasi
Di samping pembangunan fisik, AHY juga memberikan perhatian serius pada aspek transformasi sumber daya manusia dan wilayah. Prinsip utamanya adalah menciptakan nilai tambah di setiap kawasan transmigrasi. Pemberdayaan ekonomi, menurutnya, adalah tujuan akhir yang harus dicapai.
Keyakinannya, kawasan yang tertata dengan sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi magnet bagi investor. Dengan masuknya modal, industri, dan teknologi, diharapkan produktivitas kawasan dapat meningkat secara signifikan.
"Meningkatkan nilai potensi yang ada di setiap kawasan transmigrasi tersebut dan mengawinkan potensi-potensi tadi dengan kekuatan kapital, maksud saya harus masuk industri, harus masuk investor, dan harus masuk teknologi, termasuk off-taker yang bisa segera menyerap produktivitas atau hasil produksi di kawasan transmigrasi," tuturnya.
Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing dari daerah transmigrasi.
Artikel Terkait
Produksi Grasberg Block Cave Freeport Diprediksi Normal dalam 2-3 Minggu
Lebaran 2026: 2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jabotabek, Trans Jawa Jadi Primadona
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh
Sampah dan Hujan Deras Picu Banjir di Tol Jagorawi Saat Arus Mudik