Pasar mobil MPV memang sedang tak bersahabat. Donny Saputra, Managing Director 4W Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengakui hal itu. Menurutnya, minat konsumen kini lebih condong ke SUV atau crossover, dan itu berdampak langsung pada penjualan Suzuki Ertiga.
“Tidak bisa dipungkiri,” ujar Donny di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Ada kaitannya dengan pergeseran tren pasar. Dulu MPV biasa yang laku, sekarang orang lebih suka SUV. Makanya, produk kami pun merasakan imbasnya. Kalau dibandingin sama masa jayanya dulu, penjualan Ertiga saat ini memang kurang menggembirakan.”
Data dari Gaikindo bicara cukup jelas. Sepanjang periode tertentu, penjualan wholesales Ertiga cuma 1.895 unit. Bandingkan dengan saudaranya yang berwajah SUV, Suzuki XL7, yang mampu menembus 13.387 unit. Selisihnya jauh banget.
Angka itu seperti bukti nyata bahwa ketertarikan pada MPV kelas rendah memang meredup. Apalagi, hampir semua merek sekarang ikut-ikutan meluncurkan produk bernuansa SUV, memperkuat tren ini.
“Coba lihat tiga tahun terakhir,” sambung Donny.
“Produk dan penawaran dari berbagai merek rata-rata mengarah ke SUV. Itu kan cerminan demand yang benar-benar terjadi di lapangan.”
Namun begitu, Suzuki tak serta merta mau meninggalkan segmen MPV. Mereka memastikan Ertiga tidak akan hilang dari line-up. Pabrikan asal Jepang ini masih melihat ada pangsa pasar yang setia, dan mereka berkomitmen untuk memenuhinya bahkan dengan rencana penyegaran.
“Peminat MPV itu tidak hilang begitu saja,” ungkapnya.
“Kami tetap akan memasarkan Ertiga. Rencana untuk menyegarkan produk ini sudah ada. Berdasarkan studi kami, perlu ada penambahan atau perubahan kecil untuk merangsang pasar, agar segmen MPV yang masih ada bisa kami raih.”
Memang, portofolio Suzuki sekarang lebih berorientasi SUV. Mulai dari XL7, Fronx, Grand Vitara, si offroader tangguh Jimny, sampai city car bergaya SUV seperti Spresso. Tapi Ertiga tetap punya tempat.
Ertiga yang dijual sekarang adalah generasi kedua yang meluncur tahun 2018. Mobil ini mengusung platform HEARTECT dan ditenagai mesin K15B 1.462 cc yang dipadukan dengan teknologi mild-hybrid SHVS. Hasilnya? Tenaga sekitar 103 dk dan torsi 138 Nm, disalurkan lewat transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.
Untuk harganya, Suzuki menawarkan Ertiga dalam empat pilihan varian. Berikut daftar harganya untuk wilayah Jakarta (OTR):
GL MT: Rp 259,7 juta
GL AT: Rp 270,7 juta
GX Hybrid MT: Rp 274,9 juta
GX Hybrid AT: Rp 285,9 juta
Cruise Hybrid MT: Rp 287,8 juta
Cruise Hybrid MT 2Tone: Rp 289,8 juta
Cruise Hybrid AT: Rp 298,8 juta
Cruise Hybrid AT 2Tone: Rp 300,8 juta.
Jadi, meski arus pasar sedang mengarah ke SUV, Suzuki masih berusaha menjaga keberagaman pilihan untuk konsumennya. Mereka tak mau buru-buru mengubur sebuah segmen yang masih punya penggemar.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun