ATSI Buka Suara: Data Wajah Pelanggan Tak Disimpan Operator

- Rabu, 28 Januari 2026 | 14:15 WIB
ATSI Buka Suara: Data Wajah Pelanggan Tak Disimpan Operator

Lalu, apa sih tujuan sebenarnya dari validasi wajah ini? Dian Siswarini bilang, ini bentuk upaya serius untuk tekan kejahatan digital yang makin merajalela.

Dia menuturkan, sistem biometrik diharapkan bisa memangkas masalah keamanan seperti scamming atau penipuan yang kerap pakai nomor seluler. "Terutama masalah dari sisi keamanan, adanya scam kemudian penggunaan identitas yang tidak seharusnya. Nah, dengan adanya biometrik ini kita bisa meminimalisir problem-problem tersebut," kata Dian.

Menurutnya, cara ini jauh lebih efektif ketimbang cuma pakai KTP. Soalnya, biometrik itu unik dan sulit direplikasi. "Karena kalau biometri, kan, enggak mungkin bisa dikloning. Kalau KTP masih bisa fotonya diganti atau bagaimana, tetapi kalau biometrik menggambarkan identitas orang tertentu," ucap dia.

Maka nggak heran, ATSI dan seluruh operator anggotanya mendukung penuh penerapan teknologi ini. "Jadi dari sisi ATSI ini mendukung dan semua operator yang tergabung di ATSI operator seluler itu sudah menerapkan dan sudah mempunyai sistem untuk melakukan registrasi secara biometrik," pungkas Dian.

Jadi, begitulah kira-kira. Upaya berjalan, meski kepercayaan publik tentu masih perlu dibangun perlahan.


Halaman:

Komentar