Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, punya pendapat tegas soal gerak pasar obligasi negaranya. Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang belakangan ini berjalan terlalu cepat. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers usai pertemuan kebijakan BOJ.
Nah, terkait hal itu, Ueda menyatakan kesiapan BOJ untuk bertindak. Bank sentral siap meningkatkan operasi pembelian obligasi jika situasinya dianggap perlu. Tujuannya jelas: untuk mengendalikan laju kenaikan imbal hasil tersebut dengan langkah-langkah yang lebih fleksibel di pasar.
Kekhawatiran Ueda bukannya tanpa alasan. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun memang sedang naik daun bahkan melonjak ke level yang tidak terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Gejolak ini tentu menarik perhatian banyak pihak.
Di sisi lain, keputusan suku bunga pekan ini justru tidak mengejutkan. BOJ memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya di angka 0,75 persen, persis seperti yang sudah diantisipasi oleh mayoritas investor. Kebijakan ini datang tak lama setelah kenaikan dari 0,5 persen pada Desember lalu.
Ueda menegaskan bahwa bank sentral akan menilai dampak dari kenaikan suku bunga sebelumnya. Evaluasi itu nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan timing yang tepat terkait kenaikan suku bunga berikutnya.
Reaksi pasar? Cenderung datar. Sepertinya, keputusan BOJ untuk menahan suku bunga sudah diramalkan jauh hari oleh para pelaku pasar. Jadi, tidak ada kejutan yang memicu gejolak berarti.
Artikel Terkait
BRI Hadirkan Pengalaman Eksklusif Lewat Laga Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Shin Tae-yong Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Mini Soccer Indonesia untuk Intercontinental Cup Italia 2026
Satlantas Polresta Sidoarjo Catat 473 Pelanggaran, 220 di Antaranya Terjaring E-TLE Handheld
Presiden Prabowo Desain Sendiri Kaos dan Payung untuk Massa Buruh di May Day 2026