"Ini ada tunanetra turun dari Trans Care tadi, nggak diantar sama petugasnya," ungkap perekam video, Senin (12/1/2026).
Menurut penuturannya, si penumpang sebenarnya meminta diantar. Sayangnya, petugas hanya memberi arahan verbal disuruh jalan lurus saja tanpa mendampingi secara fisik. Padahal, seperti yang kita tahu, area sekitar halte Bulungan itu ada got besar yang cukup berbahaya. "Ternyata di daerah sini, di daerah Bulungan ada got besar, jadinya beliau terjatuh," jelasnya. Video yang beredar pun memperlihatkan kondisi korban dengan pakaian yang sudah kotor akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, dari internal Transjakarta, tanggapan pun datang. Tjahyadi DPM, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini.
"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," jelas Tjahyadi lewat keterangan tertulis, Senin.
Merespons hal ini, Transjakarta berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Harapannya, komitmen ini bukan sekadar wacana. Keselamatan dan kenyamanan penumpang, apalagi yang berkebutuhan khusus, harus jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Boeing Kembali Pimpin Pesanan Pesawat, Akhiri Dominasi Airbus 7 Tahun
BGN Tegaskan: Hanya Posisi Inti SPPG yang Bisa Jadi PPPK
Cemburu Membara, Suami Siri Cekik Terapis Spa hingga Tewas
Ledakan Mobil Listrik di Indonesia: Penjualan Tembus 100 Ribu Unit, Tapi Produksi Lokal Malah Turun