tambah Budi memastikan.
Sebagai pengingat, Tiggo 5X pertama kali meluncur di pasar Indonesia pada pertengahan Juni 2024. Harganya waktu itu dibanderol mulai Rp 239 juta untuk tipe Classic, naik jadi Rp 269 juta untuk varian Champion. Mobil ini langsung terjun ke segmen SUV kompak yang sudah ramai, berhadapan dengan Toyota Raize, Daihatsu Rocky, dan Honda WR-V.
Dari sisi spesifikasi, Tiggo 5X mengandalkan mesin 1.500 cc bensin non-turbo berkekuatan 112 dk. Tenaganya dikirim ke roda depan lewat transmisi CVT. Tapi yang bikin ia mencolok adalah fitur-fiturnya. Pada masanya, Tiggo 5X menghadirkan sunroof elektrik dan sistem ADAS yang cukup lengkap sesuatu yang jarang ditemui di pesaingnya saat itu.
Teknologi bantuannya memang impresif. Mulai dari peringatan keluar jalur, deteksi titik buta, hingga cruise control yang adaptif dan rem darurat otomatis. Fitur-fitur itu dulu yang jadi senjata andalannya untuk mencuri perhatian.
Kini, meski produksinya dihentikan, janji layanan purna jual yang panjang menjadi penghibur terakhir bagi para pemilik setianya.
Artikel Terkait
Akhirnya, Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar
Gubernur DKI Tegur Transjakarta Usai Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Dunia Otomotif Berguncang: Audi Resmi Masuk F1, Kia Berubah Haluan, dan Vacuum Cleaner China Bikin Mobil Listrik Gila
TNI Terobos Medan Terjal Gayo Lues, Bawa Bantuan dan Harapan