"Di akhir tahun dan awal Januari karena 55,1 juta itu sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 (juta), sehingga kita sudah bisa memberikan satu negara sebesar Korea Selatan. Dan kalau Australia itu dua kali Australia ya, 27 juta kali dua, persis," ujarnya dengan nada antusias.
Pertumbuhan pesat ini, rupanya, punya kaitan erat dengan peran serta masyarakat. Program MBG ditopang oleh SPPG yang pertama kali dibentuk pada 6 Januari 2025. Awalnya cuma 190 unit. Kini? Jumlahnya meledak jadi 19.188 SPPG yang beroperasi di 38 provinsi.
Dan yang menarik, semua pembangunan fasilitas itu dibiayai penuh oleh masyarakat. Bukan oleh anggaran negara.
"Program ini tumbuh dengan cepat karena kontribusi masyarakat yang luar biasa," kata Dadan.
Dia pun tak lupa menyampaikan apresiasi. "Harus Anda ketahui bahwa 19.188 SPPG yang sekarang sudah operasional, pembangunannya 100 persen dibiayai oleh masyarakat. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada para mitra yang sudah luar biasa membantu program ini demikian cepat."
Jadi, jalan masih panjang menuju target 2026. Tapi dengan fondasi yang sudah terbangun dan dukungan yang masif, BGN tampaknya cukup optimis. Fokusnya kini ganda: mengejar kuantitas, sambil secara serius membenahi kualitas dan keamanan.
Artikel Terkait
Puting Beliung Hantam Bandara Juanda, Sejumlah Penerbangan Dialihkan
KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka, Kekayaan Rp13,7 Miliar Jadi Sorotan
Status Tanggap Darurat Diperpanjang di Empat Wilayah Aceh
Patrick Kluivert Bersiap Hadapi Belanda dari Sisi Lain di Piala Dunia?