Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, suasana retret kabinet pekan ini diwarnai satu pengumuman penting dari Presiden. Prabowo Subianto, dengan nada bangga, mengungkapkan bahwa cadangan beras di gudang Bulog kini telah menembus angka lebih dari 3 juta ton. Sebuah rekor baru.
“Saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikannya saat memimpin taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih, Selasa lalu. Menurut Prabowo, angka ini bahkan melampaui catatan tertinggi era swasembada pangan di masa Presiden Soeharto, yang ‘hanya’ berkisar 2 juta ton. Sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai hasil kerja keras semua pihak.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur saudara-saudara,” tambahnya di hadapan para menteri.
Namun begitu, ini bukan akhir perjalanan. Pencapaian stok beras itu disebutnya hanya bagian dari target yang jauh lebih besar: mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia memberi target empat tahun kepada para menteri terkait untuk mewujudkannya.
Artikel Terkait
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati
Bencana November 2025: 25 Desa di Aceh dan Sumut Terhapus dari Peta
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda
Target 82,9 Juta Penerima: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kualitas Jelang 2026