Kadang saya merasa seperti Walter Mitty dalam cerpen James Thurber. Di kepala, saya pahlawan yang menyelesaikan segalanya. Di dunia nyata, saya bingung mau mulai dari mana. Memindahkan resolusi adalah cara saya menjaga "Walter Mitty" dalam diri ini tetap bernapas.
Dalam dunia kepenulisan, Ernest Hemingway pernah kasih nasihat: "Menulislah dengan mabuk, editlah dengan sadar."
Masalahnya, saya cuma "mabuk" ide di awal tahun. Lupa bangun dan menyunting di bulan-bulan berikutnya.
Target ambisius yang dituduhkan AI itu sebenarnya mekanisme pertahanan. Kalau tidak punya target besar, saya tak punya alasan untuk merasa bersalah. Dan rasa bersalah itu, setidaknya bagi saya, adalah bensin untuk merasa masih kreatif.
2023 tahun persiapan. 2024 tahun pematangan ide. 2025 tahun refleksi. Maka 2026 harusnya tahun eksekusi. Begitu pembelaan saya, sampai nanti cucu saya bertanya, "Kenapa, sih?"
Ada teori psikologi lain bernama Self-Handicapping. Kita sengaja ciptakan hambatan seperti menunda agar kalau gagal, ada alasannya. "Saya gagal bukan karena tidak berbakat, tapi karena waktunya tidak cukup," begitu bisikannya. Padahal, waktu yang ada habis untuk hal-hal yang tidak perlu.
Kesetiaan saya pada resolusi yang gagal ini sebenarnya luar biasa. Jarang ada orang yang bisa mencintai mimpi sama selama empat tahun tanpa sekalipun mengerjakannya. Ini bukan kemalasan lagi, ini kesetiaan tingkat tinggi.
Kalau saya bisa setia pada rencana yang tak kunjung selesai, bayangkan betapa setianya saya nanti kalau benar-benar mulai mengerjakan. Dunia mungkin kaget lihat ledakan produktivitas saya yang tertunda bertahun-tahun.
Mari jujur. Resolusi tahun baru adalah "fiksi" terbaik yang pernah saya tulis. Punya plot menarik, tokoh utama ambisius (ya saya), dan konflik tiada habis (melawan kasur). Sayangnya, ending-nya selalu sama: bersambung ke tahun depan.
Jadi untuk 2026, saya tetap optimis. Target-target muluk itu akan tetap saya tulis. Biarkan AI melabeli saya sebagai orang paling ambisius di jagat digital.
Satu hal yang pasti, keahlian copy-paste saya sudah mencapai level ahli. Dan di dunia yang serba tak pasti ini, punya satu keahlian konsisten meski cuma menyalin kegagalan adalah pencapaian yang patut dirayakan.
Lagipula, kalau tahun ini semuanya benar-benar selesai, tahun depan mau copy-paste apa lagi? Repot kan kalau harus mikirin resolusi baru.
Jadi, selamat tahun baru 2026. Mari mulai dengan niat membara dan energi meluap. Semoga resolusi kita semua tercapai. Untuk jaga-jaga, pastikan tombol Control C di laptopmu masih berfungsi baik untuk tahun depan.
Artikel Terkait
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda
Target 82,9 Juta Penerima: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kualitas Jelang 2026
Rizki Juniansyah Naik Jadi Kapten, 52 Medali SEA Games TNI Dibayar Kenaikan Pangkat
Pohon-Pohon Bercerita: Video Mapping Meriahkan Malam di Sesar Lembang