“Peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta bukan sekadar peluncuran produk,” jelas Agus.
“Melalui kartu ini, kami memperkuat kapabilitas transaksi nasabah sekaligus menegaskan arah Bank Jakarta sebagai bank yang semakin modern, kompetitif, dan terhubung secara global.”
Dengan kartu ini, nasabah Bank Jakarta kini bisa bertransaksi lebih mudah, aman, dan nyaman. Baik di dalam negeri maupun di luar. Jaringan pembayaran global Visa sudah bisa diakses.
Agus kemudian menambahkan poin yang lebih strategis. Menurutnya, kartu debit ini adalah pintu masuk. Sebuah langkah awal menuju penguatan transaksi, pemanfaatan data yang lebih cerdas, dan pembangunan ekosistem keuangan Jakarta yang inklusif. Pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan menjadi tujuan akhirnya.
Jadi, ada dua pesan kuat yang mengemuka dari acara tersebut. Pertama, dorongan untuk go public dan menjadi lebih profesional. Kedua, komitmen transformasi digital lewat produk perbankan yang terkoneksi global. Dua hal yang saling berkait, sebenarnya. Masa depan Bank Jakarta, rupanya, sedang dirancang dengan langkah-langkah konkret.
Artikel Terkait
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris