“Peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta bukan sekadar peluncuran produk,” jelas Agus.
“Melalui kartu ini, kami memperkuat kapabilitas transaksi nasabah sekaligus menegaskan arah Bank Jakarta sebagai bank yang semakin modern, kompetitif, dan terhubung secara global.”
Dengan kartu ini, nasabah Bank Jakarta kini bisa bertransaksi lebih mudah, aman, dan nyaman. Baik di dalam negeri maupun di luar. Jaringan pembayaran global Visa sudah bisa diakses.
Agus kemudian menambahkan poin yang lebih strategis. Menurutnya, kartu debit ini adalah pintu masuk. Sebuah langkah awal menuju penguatan transaksi, pemanfaatan data yang lebih cerdas, dan pembangunan ekosistem keuangan Jakarta yang inklusif. Pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan menjadi tujuan akhirnya.
Jadi, ada dua pesan kuat yang mengemuka dari acara tersebut. Pertama, dorongan untuk go public dan menjadi lebih profesional. Kedua, komitmen transformasi digital lewat produk perbankan yang terkoneksi global. Dua hal yang saling berkait, sebenarnya. Masa depan Bank Jakarta, rupanya, sedang dirancang dengan langkah-langkah konkret.
Artikel Terkait
Pemerintah Perketat Skrining Kesehatan Jemaah Haji Usai Sorotan dari Arab Saudi
APBN 2025: Defisit Melebar, Purbaya Tegaskan Langkah Jaga Ekspansi Ekonomi
Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar
Ammar Zoni Cabut Keterangan BAP, Beberkan Kronologi Kasus Narkoba di Sidang