Di tengah keramaian Lippo Mall Kemang, Senin lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapan besarnya. Ia mendorong Bank Jakarta untuk segera mempersiapkan diri melantai di bursa saham. Atau dalam istilah pasar modal, melakukan Initial Public Offering (IPO).
“Salah satu hal yang saya pesankan adalah saya betul-betul berkeinginan Bank Jakarta mempersiapkan diri untuk bisa IPO,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Bagi Pramono, langkah ini bukan sekadar urusan pencarian modal. IPO dinilainya sebagai cara untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Bank akan menjadi lebih sehat, tidak lagi bergantung pada individu atau intervensi politik dari kepala daerah. Yang tak kalah penting, kepercayaan publik harus dibangun sebagai fondasi utama.
“Maka untuk itu sudah waktunya Bank Jakarta benar-benar mempersiapkan diri untuk menjadi bank profesional,” tegasnya.
Acara itu sendiri digelar untuk meluncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta. Namun pesan sang Gubernur jelas mengambil porsi perhatian yang besar.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, memaparkan bahwa peluncuran kartu debit ini adalah bagian dari transformasi yang lebih luas. Bukan cuma produk baru, tapi ini milestone penting. Transformasi itu berfokus pada penguatan transaksi, relevansi layanan, dan tentu saja, pengalaman nasabah.
Artikel Terkait
Pemerintah Perketat Skrining Kesehatan Jemaah Haji Usai Sorotan dari Arab Saudi
APBN 2025: Defisit Melebar, Purbaya Tegaskan Langkah Jaga Ekspansi Ekonomi
Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar
Ammar Zoni Cabut Keterangan BAP, Beberkan Kronologi Kasus Narkoba di Sidang