Untuk memperkuat komitmen itu, empat zona utama sudah ditetapkan sebagai kawasan percontohan bebas sampah. Keempatnya adalah Jalan Bukit Bintang, Dataran Merdeka, Jalan Tun Perak, dan kawasan komersial sibuk di Brickfields. Harapannya, zona-zona ini bisa jadi contoh bagi area lain.
Soal kebersihan, DBKL tampaknya benar-benar tegas. Mereka gak mau berkompromi, terutama untuk tempat makan dan toilet umum.
"Kami akan ambil tindakan hukum terhadap pemilik atau kontraktor yang lalai memenuhi standar," tegas Ismail.
Pemantauan dilakukan secara ketat. Bayangkan saja, ada sekitar 7.450 tempat makan yang diawasi terus-menerus. Tujuannya jelas: mencegah kontaminasi makanan dan mengusir hama seperti tikus dan kecoa.
"Toilet umum juga kami awasi dengan serius. Pemantauan dilakukan berkala atau langsung saat ada keluhan dari masyarakat," imbuhnya.
Pada akhirnya, semua kebijakan keras ini punya satu tujuan inti. Ismail mendesak semua pihak, baik warga maupun pengunjung, untuk turut serta.
"Bantulah kami menjaga kota. Buang sampah pada tempatnya dan taati peraturan. Karena sikap kita sehari-hari, itulah yang nantinya menentukan bagaimana dunia melihat negara ini," pungkasnya.
Jadi, kalau jalan-jalan ke Kuala Lumpur mulai sekarang, lebih hati-hati ya. Jangan sampai liburan berujung pada denda yang besar dan kerja sosial.
Artikel Terkait
Agak Laen 2 Cetak Sejarah, Geser JUMBO Jadi Raja Box Office Indonesia
Nasi Teri Pojok Gejayan: Legenda Kuliner Malam yang Tak Pernah Sepi
Guntur Romli Dukung Langkah Hukum Demokrat Soal Tudingan ke SBY
Sisa Pesta Bisa Berakibat Fatal, Dokter Singapura Ingatkan Cara Simpan Makanan yang Benar