Mesin itu dipasangkan dengan transmisi 5-percepatan, dilengkapi engine balancer dan sistem injeksi. Tujuannya jelas: efisiensi bahan bakar lebih baik dan getaran yang minimal. Semua itu sejalan dengan filosofi berkendara W Series yang mengedepankan kenyamanan dan ketenangan.
Dari sisi handling, Kawasaki pakai frame semi-double cradle yang kokoh untuk menjaga stabilitas. Suspensi depan teleskopik 30 mm dilengkapi fork boots, sementara suspensi belakang memakai dual shock. Setingannya dirancang untuk menyeimbangkan kenyamanan dan kontrol yang baik di berbagai kondisi jalan.
Fitur keselamatan dapat perhatian khusus, terutama di varian ABS. Rem cakram depan berdiameter 270 mm sudah dilengkapi single-channel ABS. Uniknya, untuk menjaga nuansa klasik, rem belakang masih mengandalkan sistem tromol.
Beberapa detail lain juga ikut memperkuat identitasnya. Misalnya spakbor dari baja, knalpot model peashooter, dan desain lampu belakang yang terinspirasi dari sang senior, W800. Detail-detail kecil ini yang bikin motor ini terasa autentik.
Untuk pilihan warna, Kawasaki memberi opsi yang berbeda. W175 ABS hadir dalam dua pilihan: Pearl Stardust White dan Metallic Graphite Grey. Sementara W175 Street, untuk saat ini, hanya tersedia dalam satu warna: Metallic Spark Black.
Soal harga? W175 ABS dibanderol Rp 38,5 juta untuk wilayah OTR Jakarta. Sedangkan versi Street-nya sedikit lebih tinggi, yakni Rp 38,9 juta. Harganya cukup kompetitif untuk segmen motor retro 177 cc dengan fitur-fitur yang ditawarkan.
Artikel Terkait
Manufaktur Indonesia Tembus Lima Bulan Ekspansi Beruntun
Prabowo Pilih Turun ke Aceh, Absen Lagi di Pembukaan BEI
Veloz Hybrid Lintas Nusa: Uji Nyata di Medan Ekstrem Jawa hingga Temui Komunitas Lokal
Herdman Buka Pintu, Tiga Naturalisasi Era Shin Tae-yong Siap Dihidupkan Kembali