Di sisi lain, penyaluran kredit juga mendapat perhatian serius. Mereka terus memperbaiki segmen mikro, konsumen, UKM, dan komersial. Transformasi operasional pun berjalan, dengan fokus utama pada pembenahan dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Tak ketinggalan, sumber daya manusia menjadi pilar penting. BRI memperbaiki kualitas data dan sistem, memperbarui manajemen talenta, serta menguatkan performa manajemen dengan menyempurnakan sistem penghargaan.
Langkah terbaru yang cukup mencolok adalah peluncuran Corporate Rebranding pada Selasa, 16 Desember 2025. Ini bukan sekadar ganti logo atau warna. Hery menegaskan, rebranding ini adalah bagian integral dari agenda transformasi besar-besaran mereka.
"Rebranding ini mencerminkan perubahan cara berpikir, cara bekerja," kata Hery.
Melalui langkah ini, BRI ingin menegaskan posisinya sebagai bank universal yang tetap berakar kuat pada UMKM dan ekonomi kerakyatan. Namun di saat bersamaan, mereka juga ingin dilihat adaptif terhadap percepatan digital dan dinamika kebutuhan nasabah yang terus berubah. Intinya, mereka ingin tetap relevan dan kompetitif dalam lanskap industri keuangan yang bergerak sangat cepat.
Jadi, inti pesannya jelas. BRI sedang dalam proses panjang. Mereka meminta semua pihak untuk melihat ke depan, karena hasil terbaik dari transformasi ini baru akan benar-benar terasa dalam beberapa tahun mendatang.
Artikel Terkait
Lebih dari 311 Ribu Kendaraan Serbu Tol Jabotabek Menyambut Libur Tahun Baru
China Pasang Tarif 55% untuk Impor Daging Sapi, Lindungi Peternak Lokal
Kevin Diks Buka Suara: Bundesliga Lebih Berkesan Daripada Serie A
Target Pajak 2025 Dipastikan Meleset, Menkeu Ungkap Penyebabnya