Di tengah rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Presiden Prabowo Subianto menyela paparan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Masalahnya sepele tapi berarti: soal istilah. Suharyanto tadi menyebut ada komponen "uang lelah" untuk prajurit TNI yang bertugas di lapangan. Prabowo langsung menyergah.
"Kalau tentara jangan uang lelah ya," tegas Prabowo, dengan nada yang cukup jelas didengar semua peserta rapat. "Karena tentara enggak boleh lelah."
Momen itu terjadi saat Suharyanto memaparkan dukungan anggaran untuk operasi tanggap darurat. Dia menjelaskan, setiap prajurit menerima uang makan, uang lelah, plus uang saku, total Rp165 ribu per orang. Rupanya, istilah "lelah" itu yang tak berkenan di telinga Presiden.
Mendapat koreksi langsung, Suharyanto pun cepat menyesuaikan. "Uang saku, Bapak, siap," jawabnya sigap.
Tapi Prabowo rupanya punya istilah lain yang lebih pas. Menurutnya, dana itu lebih tepat disebut sebagai "uang semangat". "Uang semangat, tidak mengenal lelah," ucap Prabowo, menekankan semangat pengabdian prajurit.
"Siap, tidak mengenal lelah, siap," balas Suharyanto menyambut.
Sebelum meminta rapat dilanjutkan, Prabowo kembali menegaskan prinsip dasar tugas TNI. "Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut," pintanya. Poinnya jelas: bagi prajurit, ini soal pengabdian, bukan sekadar urusan kelelahan.
Sebelum insiden koreksi istilah ini, Suharyanto sebenarnya sedang menjelaskan kendala teknis anggaran. Dukungan untuk Mabes TNI, yang diminta sekitar Rp80 miliar lebih, baru terealisasi Rp26 miliar. Bukan karena dananya tak ada. Masalahnya ada di administrasi penutupan akhir tahun.
"Pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 Desember kan harus selesai, Bapak. Nanti dimulai lagi di tanggal 1 Januari ini," jelas Suharyanto. Jadi, soal anggaran sebenarnya tidak ada masalah.
Di sisi lain, untuk penanganan infrastruktur seperti jembatan yang rusak, BNPB punya mekanisme khusus. Mereka membiayai dulu, bekerja lebih dulu. Baru setelah pekerjaan selesai dan diaudit, penggantian anggaran ditagihkan ke Kementerian Keuangan. Prinsipnya, yang penting proses perbaikan jalan terus, birokrasi menyusul.
Rapat yang berlangsung dalam kunjungan Prabowo meninjau pembangunan hunian Danantara itu pun berlanjut. Namun, kesan dari koreksi singkat itu jelas: di mata Presiden, semangat prajurit tak boleh dikaitkan dengan kata "lelah".
Artikel Terkait
Kereta Petani dan Pedagang KAI Angkut Lebih dari 11.400 Penumpang dalam Dua Bulan
Jadwal Imsak Tangerang di Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026
Imsak Bekasi Jumat 20 Februari 2026 Pukul 04.31 WIB
Jadwal Imsak dan Subuh Depok untuk Puasa 20 Februari 2026