Malam pergantian tahun 2026 berlangsung meriah, dan bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI), momen itu juga jadi ujian operasional. Hasilnya? Mereka melaporkan semuanya berjalan lancar. Dari malam tahun baru hingga Kamis dini hari tanggal 1 Januari, operasional kereta api diklaim aman dan terkendali penuh.
Kunci kelancaran itu ternyata ada di Stasiun Jatinegara. Untuk mengurai kemungkinan kepadatan di jalan menuju Gambir, KAI mengambil langkah antisipatif dengan menambah pemberhentian di sana. Taktik ini rupanya cukup jitu.
“Selama periode Rabu hingga Kamis dini hari, sebanyak 26 perjalanan kereta api melayani tambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara. Seluruh rangkaian tercatat tiba dan berangkat tepat waktu,”
kata Franoto Wibowo, Humas KAI Daop 1 Jakarta, lewat keterangan tertulis di hari yang sama.
Menurutnya, sekitar 260 penumpang memanfaatkan tambahan pemberhentian ini. Mereka adalah pelanggan yang rencananya berangkat dari Gambir, akhirnya bisa naik dengan lebih mudah dari Jatinegara. Di sisi lain, kedatangan juga berjalan mulus dengan tujuh perjalanan kereta yang berhenti di stasiun tersebut.
Franoto menegaskan komitmen perusahaan. “KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan pelanggan pada malam pergantian Tahun Baru tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.
“Kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh pelanggan. Di tahun 2026, KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan kereta api.”
Soal tiket, hingga Kamis pagi pukul 08.00 WIB, masih tersisa puluhan ribu tiket untuk keberangkatan tanggal 1 sampai 4 Januari. Persisnya, 53.655 tiket masih menganggur. Tapi jangan salah, penjualan secara keseluruhan terhitung sangat solid. Sejak 18 Desember tahun lalu hingga 4 Januari, tercatat 773.424 tiket telah laku.
Program diskon 30% yang digelar KAI jelas menyumbang angka bagus. Respons masyarakat positif, terlihat dari penjualan tiket diskon yang menembus 333 ribu lembar.
Lalu, bagaimana keramaian di hari pertama tahun baru? Data di wilayah Daop 1 Jakarta mencatat 39.696 penumpang naik dan 42.478 turun untuk kereta jarak jauh dan lokal. Jika dilihat khusus kereta jarak jauh, angkanya 33.767 naik dan 36.497 turun.
Rincian per stasiun utama cukup menarik. Pasar Senen masih jadi yang terpadat dengan 13.588 penumpang naik dan 13.487 turun. Disusul Gambir (9.054 naik, 9.524 turun), Bekasi (5.377 naik, 5.638 turun), dan Jatinegara (1.915 naik, 3.882 turun).
Secara kumulatif, dari 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, Daop 1 Jakarta telah mengangkut 677.628 penumpang naik dan 644.422 turun. Pasar Senen dan Gambir lagi-lagi menjadi penyumbang terbesar, dengan catatan masing-masing 226.430 naik dan 190.549 naik.
Semua data itu, setidaknya, menggambarkan satu hal: mobilitas masyarakat pada momen libur panjang tetap tinggi. Dan KAI mengklaim telah berhasil melewati puncaknya dengan mulus.
Artikel Terkait
Data IDF: Lebih dari 50.000 Personel Militer Israel Pegang Kewarganegaraan Asing
Indonesia dan Thailand Perbarui Kemitraan Strategis Ekonomi Kreatif
Wakil Wali Kota Tangerang Apresiasi Antusiasme Warga Sambut Program Ramadan iNews
Kementan Pacu Diversifikasi Jagung untuk Industri Pangan, Dukung Swasembada 2026