Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menjelaskan alasan kehadiran mereka.
“Kami memilih untuk kembali hadir karena dampak bencananya belum benar-benar pulih. Sebulan setelah kejadian, kami lihat sendiri, banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan ini kami harap bisa meringankan beban sekaligus memberi semangat untuk bangkit,” ujar Dodot, Senin (29/12/2025).
Memang, bencana di Aceh Tamiang dan sekitarnya mengingatkan kita pada satu hal: pemulihan tidak berhenti saat air surut. Bagi masyarakat kecil, dampaknya bisa terasa sangat panjang, menggerus harapan perlahan-lahan.
Di tengah proses yang melelahkan itu, kehadiran dan perhatian yang berkelanjutan seperti yang dilakukan relawan PNM ini bisa menjadi penopang. Sederhananya, agar warga tak kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup.
Artikel Terkait
Antrean 5,8 Kilometer di Pelabuhan Ketapang, ASDP Klaim Layanan Masih Terkendali
Prabowo Undang Investor Jepang Laporkan Kendala Langsung ke Presiden
Prabowo Tegaskan Komitmen Non-Blok Indonesia di Forum Bisnis Jepang
Menteri Luar Negeri Beri Penghormatan Tertinggi untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon