Demikian sepanjang perjalanan pikiran Raden Panji dipenuhi oleh pertanyaan yang tidak pernah terjawab.
Baca Juga: Cerita Rakyat Maluku Utara, Legenda Terjadinya Gunung Dukono, Kisah Nenek Tolori Tertimbun Abu
”Saya disuruh Raja minta bibit rusa, tetapi mengapa saya diberi sebuah buluh tersumbat...? Mungkinkah bibit rusa dapat dimasukkan ke dalam bulub? Tidak mungkin ... tidak mungkin !”
Begitulah selalu gejolak hatinya di sepanjang perjalanan.
Namun demikian dia tidak berani melanggar larangan Sang Pnedela tersebut.
Baca Juga: Kisah Pilu Beru Ginting Pase, Peristiwa Tragis di Sarinembah, Hilangnya Marga Ginting Pase
Dalam perjalanannya itu akhirnya sampailah Raden Panji di sebuah hutan jati yang sangat lebat.
Karena sangat lelah berjalan, dia beristirahat di tempat itu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman