Prospek industri asuransi di tanah air masih cerah, setidaknya hingga tahun 2026 mendatang. Demikian penilaian terukur dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil dan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi jadi pemicu utamanya.
Namun begitu, jalan menuju pertumbuhan yang sehat itu tak sepenuhnya mulus. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari soal kualitas underwriting, tekanan klaim di beberapa sektor, hingga penyesuaian regulasi dan standar akuntansi yang terus bergulir.
"Di sisi lain, peluang tetap terbuka melalui pengembangan produk yang lebih relevan, penguatan distribusi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan perlindungan untuk risiko-risiko baru, sehingga industri diharapkan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,"
Demikian penjelasan Ogi melalui jawaban tertulisnya, Senin (29/12/2025).
Data terbaru sampai Oktober 2025 cukup menggambarkan dinamika ini. Pendapatan premi tunggal melesat ke angka Rp23,07 triliun. Sementara itu, premi reguler seperti yang dibayar tahunan atau semesteran berada di posisi Rp14,26 triliun.
Kalau dilihat year-on-year, premi tunggal tumbuh pesat 33,83 persen. Premi cicilan juga naik, meski tipis, sekitar 0,98 persen.
Lantas, apa artinya tren ini? Menurut Ogi, fenomena pergeseran ke produk premi tunggal ini bukan cuma soal daya beli yang melemah. Ada faktor lain yang berperan. Konsumen sekarang lebih hati-hati, butuh pengaturan arus kas yang fleksibel. Perusahaan asuransi pun beradaptasi dengan mendesain ulang produk dan strategi pemasarannya.
"OJK memandang pergeseran ini sebagai bagian dari dinamika pasar dan mendorong agar produk yang ditawarkan tetap sesuai dengan kebutuhan nasabah dan prinsip perlindungan konsumen,"
katanya menegaskan. Intinya, industri ini tetap bergerak. Dinamis. Dan peluang untuk tumbuh positif masih sangat terbuka lebar.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM
Ibu Bogor Temani Anak Cuci Darah Ratusan Kali, BPJS PBI Jadi Penopang Harapan
Jasindo dan Perbanas Institute Luncurkan Program Literasi Asuransi untuk Mahasiswa
Herdman Perkuat Timnas, Lima Naturalisasi Eropa Jadi Prioritas