Dengan kondisi seperti ini, masyarakat tak perlu resah. Semua jenis bahan bakar, mulai dari solar, Pertalite, hingga Pertamax Turbo, tersedia dalam jumlah yang lebih dari cukup. LPG pun demikian stoknya juga melampaui batas minimal nasional.
“Jadi nggak perlu ada keraguan apa-apa,” tegas Bahlil.
Kunjungannya ke Plumpang bukan tanpa alasan. Terminal itu punya peran sentral. Bayangkan, ia menampung sekitar 15% cadangan nasional dan memasok hampir separuh kebutuhan BBM untuk Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tak heran jika lokasi ini menjadi titik pantau krusial, apalagi di tengah tugasnya mengawal sektor energi selama masa Nataru.
“Saya hari ini datang ke tempat ini dalam rangka bagian daripada tugas-tugas kami sebagai Satgas Nataru di sektor ESDM,” tuturnya. Intinya, semua dipastikan aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Kecelakaan di Lap Keempat
Ketua BTN Soroti Chemistry Tim sebagai Kunci Utama Persiapan Menuju Piala Dunia 2030
Pasangan Guru dan Buruh di Tegal Tewas, Diduga Depresi Pasca Jadi Korban Penipuan WA
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah