Dengan kondisi seperti ini, masyarakat tak perlu resah. Semua jenis bahan bakar, mulai dari solar, Pertalite, hingga Pertamax Turbo, tersedia dalam jumlah yang lebih dari cukup. LPG pun demikian stoknya juga melampaui batas minimal nasional.
“Jadi nggak perlu ada keraguan apa-apa,” tegas Bahlil.
Kunjungannya ke Plumpang bukan tanpa alasan. Terminal itu punya peran sentral. Bayangkan, ia menampung sekitar 15% cadangan nasional dan memasok hampir separuh kebutuhan BBM untuk Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tak heran jika lokasi ini menjadi titik pantau krusial, apalagi di tengah tugasnya mengawal sektor energi selama masa Nataru.
“Saya hari ini datang ke tempat ini dalam rangka bagian daripada tugas-tugas kami sebagai Satgas Nataru di sektor ESDM,” tuturnya. Intinya, semua dipastikan aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Antrean 5,8 Kilometer di Pelabuhan Ketapang, ASDP Klaim Layanan Masih Terkendali
Prabowo Undang Investor Jepang Laporkan Kendala Langsung ke Presiden
Prabowo Tegaskan Komitmen Non-Blok Indonesia di Forum Bisnis Jepang
Menteri Luar Negeri Beri Penghormatan Tertinggi untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon