Stok BBM dan LPG Nasional Dipastikan Aman Hingga Awal 2026

- Senin, 29 Desember 2025 | 12:55 WIB
Stok BBM dan LPG Nasional Dipastikan Aman Hingga Awal 2026

Stok BBM dan LPG nasional dipastikan aman hingga awal 2026. Begitulah penegasan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai meninjau langsung Terminal BBM Plumpang di Jakarta Utara, Minggu lalu. Ia menyebut cadangan bahan bakar kita jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan.

“Saya tadi mendapat pemaparan langsung dari Direksi Pertamina dan dari BPH Migas bahwa untuk stok BBM nasional kita di atas standar minimum,” ujar Bahlil.

Rata-ratanya, kata dia, mencapai sekitar 20 hari. Angka ini terlihat cukup sehat jika dibandingkan standar cadangan minimum nasional yang hanya berkisar 17 sampai 18 hari. Bahkan, cadangan maksimal yang bisa diupayakan adalah 21 hari. Jadi posisi kita sekarang berada di tengah-tengah rentang aman itu.

“Standar minimum kita ada yang 17 hari dan ada yang 18 hari. Tapi di atas itu, artinya rata-rata di atas 18 hari, sekitar 20 hari. Kalau 20 hari, karena standar cadangan kita maksimalkan 21, sekarang di antara 18 sampai 21 hari. Jadi rata-rata sekitar 20 hari,” paparnya lebih rinci.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat tak perlu resah. Semua jenis bahan bakar, mulai dari solar, Pertalite, hingga Pertamax Turbo, tersedia dalam jumlah yang lebih dari cukup. LPG pun demikian stoknya juga melampaui batas minimal nasional.

“Jadi nggak perlu ada keraguan apa-apa,” tegas Bahlil.

Kunjungannya ke Plumpang bukan tanpa alasan. Terminal itu punya peran sentral. Bayangkan, ia menampung sekitar 15% cadangan nasional dan memasok hampir separuh kebutuhan BBM untuk Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tak heran jika lokasi ini menjadi titik pantau krusial, apalagi di tengah tugasnya mengawal sektor energi selama masa Nataru.

“Saya hari ini datang ke tempat ini dalam rangka bagian daripada tugas-tugas kami sebagai Satgas Nataru di sektor ESDM,” tuturnya. Intinya, semua dipastikan aman dan terkendali.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar