Jika dirinci, penderitaan itu terbagi di ketiga provinsi. Aceh menanggung beban terberat dengan 513 korban meninggal dan 31 hilang. Jumlah pengungsinya pun luar biasa: 377.853 jiwa. Di Sumatra Utara, 365 nyawa melayang, 60 orang belum ditemukan, dan lebih dari 11 ribu orang terpaksa mengungsi. Sementara Sumatra Barat melaporkan 262 korban tewas, 72 hilang, dan hampir sepuluh ribu pengungsi.
Di tengah kesedihan ini, setidaknya ada secercah harapan. Jumlah warga yang masih bertahan di titik-titik pengungsian dilaporkan terus menurun. Artinya, sebagian mulai berani pulang atau pindah ke rumah sanak saudara.
“Warga terdampak yang saat ini masih mengungsi terus berkurang,” jelas Aam.
“Ini merepresentasikan bahwa ada dari warga terdampak yang sebelumnya mungkin mengungsi di titik-titik pengungsian yang tersebar ini mulai kembali ke rumah masing-masing atau rumah kerabat. Rumah saudara yang nantinya juga akan kita dukung dengan dana tunggu hunian.”
Secara keseluruhan, angka pengungsi yang tercatat resmi oleh BNPB masih sangat besar: 399.172 jiwa. Angka ini mencakup mereka yang mengungsi di tenda-tenda darurat maupun yang memilih mengungsi secara mandiri, mengandalkan bantuan keluarga.
“Total pengungsi saat ini 399.172 jiwa ini merupakan gabungan yang mengungsi di tenda-tenda pengungsian maupun yang mengungsi secara mandiri, tadi kami sampaikan baik itu di rumah kerabat, saudara maupun keluarga,” pungkas Aam.
Artikel Terkait
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT
LPS Mulai Verifikasi Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Pencabutan Izin OJK
KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menag Yaqut 40 Hari
Gus Ipul: 625 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Kembali Diaktifkan