Fabio Lefundes, sang pelatih Borneo FC, akhirnya angkat bicara. Dia membahas rencana timnya di bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026. Pertanyaan besarnya, akankah Pesut Etam ikut-ikutan memburu pemain baru seperti yang dilakukan rival mereka, Persib Bandung?
Soal Persib, kabarnya mereka sedang serius. Dua pemain berlabel timnas, Joey Pelupessy dan Maarten Paes, dikabarkan akan segera diboyong. Langkah ini jelas untuk memperkuat persaingan, baik di Super League maupun di ajang Asia, AFC Champions League 2.
Nah, bagaimana dengan Borneo? Lefundes menyambut baik dibukanya jendela transfer ini. Dia mengakui, momen ini memberi opsi untuk menata ulang komposisi skuad.
“Ini situasi yang mengharuskan kami pintar mengambil keputusan. Soalnya, semua ini juga berkaitan erat dengan anggaran klub,” ujar Lefundes.
Pernyataan itu dia sampaikan Sabtu lalu, seperti dilansir dari laman resmi klub.
Di sisi lain, posisi Borneo di klasemen sebenarnya cukup nyaman. Mereka masih memuncaki tabel dengan koleksi 34 poin, unggul tiga poin dari Persib yang di peringkat kedua. Tapi, Lefundes rupanya punya pemikiran lain. Dia bilang, rencana transfer nanti akan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan tim. Tujuannya sederhana: meningkatkan performa dan menjaga konsistensi di tengah perburuan gelar.
Namun begitu, sang pelatih justru menekankan bahwa PR terbesar saat ini bukanlah memburu pemain baru. “Pekerjaan rumah utama kami adalah memulihkan dan menjaga kondisi pemain yang sudah ada,” ungkapnya.
Masalahnya, timnya kerap kesulitan saat ada pemain yang absen atau cedera. Pilihan di bangku cadangan terbatas.
“Target kami adalah mendapatkan yang terbaik dari skuad sekarang. Menjaga mereka tetap fit dan selalu siap turun bertanding,” tambah Lefundes.
Meski begitu, bukan berarti Borneo diam saja. Mereka sudah mendatangkan satu wajah anyar: Marcos Astina. Pemain yang bisa mengisi posisi gelandang serang atau bahkan striker ini diharapkan bisa memberi warna berbeda pada skema permainan Borneo FC. Kehadirannya mungkin jadi jawaban sementara sebelum keputusan transfer lain diambil.
Artikel Terkait
BSI Catat Laba Bersih Rp7,57 Triliun di 2025, Didorong Tabungan Haji dan Emas
Pengamat Apresiasi Prabowo Temui Tokoh Kritis, tapi Khawatirkan Perubahan Istilah Oposisi
Kejagung Perkirakan Kerugian Negara Rp10,6-14,3 Triliun dari Dugaan Rekayasa Ekspor CPO
Pemerintah Fokuskan Infrastruktur untuk Dongkrak Pariwisata dan Sektor Hospitaliti