Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersikap tegas. Ia mengancam akan menindak pedagang yang berani menjual telur ayam di atas harga acuan pemerintah. Ancaman ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, stok komoditas ini disebut-sebut sedang dalam kondisi surplus, bahkan lebih dari cukup.
Menurut Amran, yang juga memimpin Badan Pangan Nasional, ketersediaan telur nasional aman. Aman sampai kapan? Katanya, hingga momen Lebaran 2026 nanti. Meski begitu, dia mengaku tidak boleh lengah. Instruksinya pada jajaran di lapangan jelas: pantau terus pergerakan harga.
"Telur alhamdulillah baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Telur cukup. Saya katakan tidak boleh naik. Kalau naik, kita tindak. Ini karena stok kita cukup. Telur ayam lebih dari cukup. Jadi aman,"
tegas Amran pada Jumat lalu.
Data terbaru dari Panel Harga Pangan Bapanas sepertinya mendukung pernyataan itu. Dalam sepekan terakhir, harga rata-rata telur ayam ras di tingkat konsumen mulai menunjukkan tren penurunan, meski tipis. Catatan per 24 Desember menunjukkan angka Rp31.595 per kilogram. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding hari sebelumnya, yang Rp31.669, dan juga lebih murah dari seminggu sebelumnya.
Di sisi lain, ada wilayah yang harganya justru jauh di bawah patokan. Bali, misalnya. Rata-rata harga telur di sana hanya Rp27.635 per kg, atau sekitar 7,8 persen lebih rendah dari HAP pemerintah.
Namun begitu, situasi ini cukup berbanding terbalik dengan kondisi dua bulan lalu. Sejak Oktober, harga rata-rata nasional sebenarnya sudah konsisten berada di atas HAP tingkat konsumen. Saat itu, harganya menyentuh Rp30.436 per kg secara bulanan. Jadi, ancaman penindakan kali ini bisa dilihat sebagai upaya mencegah kenaikan lebih lanjut, sekaligus menekan harga agar kembali ke jalurnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Mudik dan Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Kapolri Tegaskan Pengawasan Ketat atas Praktik Saham Gorengan
KPK Selidiki Kaitan Jabatan Kepala KPP di 12 Perusahaan dengan Kasus Suap Restitusi
ASEAN Catat 161 Ribu Kasus DBD pada 2025, Target Nol Kematian pada 2030