jelas Bambang di lokasi.
Namun begitu, dia menegaskan bahwa atraksi ini sama sekali bukan untuk mengeksploitasi satwa. Tujuannya murni edukatif. Melalui momen pemberian makan, pengelola berharap pengunjung bisa belajar dan lebih peduli terhadap kehidupan satwa.
kata dia.
Soal perawatan, Bambang memastikan tidak ada perubahan. Di hari libur panjang Nataru ini, semua satwa tetap diperlakukan dengan standar yang sama seperti hari biasa. Hanya saja, untuk memberi lebih banyak pilihan pada pengunjung, sesi feeding time tidak hanya di Pusat Primata.
Pengelola juga menggelarnya di beberapa titik lain. Misalnya di kandang jerapah, Harimau Sumatera, kudanil, Burung Pelikan, Gajah Sumatera, dan tentu saja Buaya Muara.
ujarnya.
Jadi, suasana liburan terasa begitu hidup di Ragunan hari ini. Antusiasme pengunjung ternyata tak hanya tentang rekreasi, tapi juga ada sisi edukasi yang coba diselipkan di antara keriangan itu.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg
KAI Tambahkan Pemberhentian di Jatinegara Antisipasi Macet Monas