Setelah Jalan Rusak Diterjang Banjir, Ribuan Tabung Gas 3 Kg Akhirnya Tiba di Aceh Tengah

- Selasa, 23 Desember 2025 | 17:30 WIB
Setelah Jalan Rusak Diterjang Banjir, Ribuan Tabung Gas 3 Kg Akhirnya Tiba di Aceh Tengah

Kabupaten Aceh Tengah perlahan berbenah. Pasca banjir dan longsor yang melanda, jalan-jalan masih rusak, akses terhambat. Tapi kebutuhan pokok, seperti gas untuk masak, tak bisa menunggu. Nah, di tengah situasi seperti inilah, Pertamina kembali mendistribusikan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi untuk warga.

Sebanyak 6.720 tabung akhirnya tiba di Takengon pada Senin (22/12). Butuh 12 truk untuk mengangkut pasokan vital itu dari Bireuen. Perjalanan sendiri tidak mudah, mengingat kondisi infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.

Fahrougi Andriani Sumampouw, selaku Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, menegaskan komitmen perusahaan. Menurutnya, meski tantangan di lapangan berat, upaya memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat Aceh Tengah akan terus diupayakan.

“Penyaluran LPG 3 kg ini kami lakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah agar distribusinya tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Fahrougi.

Setibanya di ibu kota kabupaten, proses distribusi pun segera dirancang. Pertamina menggandeng Pemkab setempat, lewat Dinas Perdagangan. Rencananya, pada Selasa (23/12), gas elpiji itu akan dibagikan lewat mekanisme pasar murah.

Titik pembagiannya tersebar di enam kecamatan. Ada 12 titik secara total. Rinciannya, empat titik di Bebesen, tiga di Lut Tawar, dua di Kebayakan. Sementara Pegasing, Bies, dan Silih Nara masing-masing mendapat satu titik.

Menyambut upaya ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, punya imbauan untuk warganya.

“Mari kita manfaatkan ketersediaan gas ini dengan baik. Masyarakat diharapkan tertib saat mengantri, dan semoga kondisi kita ke depan semakin membaik,” ujarnya.

Sebenarnya, penyaluran ini bukan tindakan spontan. Ini adalah hasil koordinasi intensif. Bermula dari surat resmi Bupati pada 4 Desember lalu, lalu ditindaklanjuti pertemuan antara tim pemkab dengan manajer Pertamina dan para agen di Bireuen. Pertamina akhirnya menyanggupi tambahan pasokan sebagai bentuk dukungan pemulihan sosial-ekonomi pascabencana.

Fahrougi menandaskan, pemantauan lapangan akan terus dilakukan. “Pertamina akan terus memantau kondisi di lapangan dan akan melakukan langkah-langkah lanjutan apabila diperlukan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tandasnya.

Di sisi lain, dari level korporasi, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, juga menyoroti hal serupa. Fokus perusahaan di wilayah bencana Sumatra memang pada distribusi energi dan bantuan kemanusiaan. Langkah ini bagian dari upaya percepatan penanggulangan bencana.

"Berbagai upaya yang dilakukan Pertamina untuk mendistribusikan BBM dan LPG sebagai komitmen kami agar layanan energi hadir di tengah masyarakat," jelas Baron.

Jadi, di balik truk-truk yang membawa tabung berlogo merah itu, ada upaya kolektif. Mulai dari koordinasi tingkat atas hingga antisipasi di tikungan-tikungan jalan yang masih berlumpur. Tujuannya satu: memastikan kompor di dapur-dapur warga Aceh Tengah tetap bisa menyala.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar